Mesin Pencari Paling Andal

Selasa, 30 September 2008

T-MATCH FOR FM ANTENNA



Penyesuai Impedansi antenna dengan T-Match banyak digunakan pada Antena Amatir 2 meter band.Terutama jenis antena Yagi. Prinsip dasar antena terlihat seperti pada gambar.







Baca selengkapnya...

Selasa, 23 September 2008

GAMMA MATCH UNTUK PEMANCAR FM




Dari berbagai macam antenna FM homebrew, salah satu yang banyak dipakai teman - teman homebrewer adalah antena dipole 1/2 lamda. Namun sering kita lihat, dipole mereka langsung di"feed" dengan kabel transmisi. secara teoritis dipole sederhana 1/2 lamda mempunyai impedansi input sekitar 72 Ohm, cocok dengan kabel transmisi 75 Ohm.

Tapi perlu diingat bahwa dipole dasar, kalau dilihat konstruksinya bersifat balanced/seimbang, sedangkan kabel kita ( coaxial ) adalah UNbalanced. idealnya perlu BALUN (dari balans ke TAK balans). Dengan perbandingan 1 : 1.

Dengan tambahan Gamma Match pada dipole, kita bisa men"feed" antena kita dengan kabel 50 Ohm langsung, misalnya RG-08 . Dan bisa di"adjust" agar impedansi input mendekati 50 Ohm UNbalanced.

Dengan cara menggeser-geser gamma rod ( shorter bar ) sehingga didapatkan SWR terendah.

Dari gambar teoritis terlihat Capasitor variabel yang diseri dengan Gamma rod, dalam praktek untuk capasitor agar praktis, kuat dan tentu saja tahan air. digantikan dengan inner konduktor kabel coax RG-8 + dielektikumnya yang dimasukkan ke dalanm pipa aluminium 3/8" sebagai gamma rodnya.

Potong Kabel RG-8 sekitar 21 Cm, buang ground shield + jacketnya, tinggal inner konduktor + dielektrikum.

Masukkan inner + dielektrikum tadi ke aluminium 3/8 ", kupas ujung konduktor sekitar 1 cm gar bisa disolder.
Rasanya lebih jelas bila langsung dlilihat konstuksinya.
Konstruksi ini berasal dari Mas Ibrahim Noor ( bang Ahim ), makasih Infonya bang sekalian minta ijin untuk diposting.....foto-foto selengkapnya bisa dilihat di situs Bang Ahim ini




Baca selengkapnya...

Kamis, 11 September 2008

OBROLAN PEMANCAR FM



Sebelumnya saya sampaikan, bahwa saya bukan orang yang paham betul tentang pemancar, tetapi saya sangat menyukai dunia RF ini, bahkan sejak tahun 1986 ( kelas 2 SMA ). Apa yang tertulis di blog ini, semata-mata karena pengalaman pribadi dan hasil bertanya sana-sini ke teman2 yang lebih senior. Jadi mohon maaf sekiranya saya menjawab pertanyaan yang masuk, tetapi tanpa dilandasi argumen yang sangat teknis, sekali lagi saya merujuk pada "pengalaman pribadi".

Obrolan tentang Pemancar FM di bawah saya ambil dari surat/e-mail yang masuk, tentu saja tanpa saya sebutkan pengirimnya. Mohon teman2 kasih saran and kritik..

ANTENNA 5/8 LAMDA
Tanya:

Nanya lagi nih pak win, saya baru install pemancar 150 watt, dengan antena 5/8 swrnya 1,1 ketinggian antena 18 meter, akan tetapi yang saya herankan kok kualitas sinyal dengan radius 2 - 3 km sudah nggak bagus lagi? kalau di scan auto nggak nge lock, dan sinyal stereonya pun kadang kadang hilang?apa yang kurang ya pak win?atau ada yang salah dalam prosedur match antena??
Dan apakah memang demikian untuk antena 5/8?
Saya pernah buat dengan modifikasi antena gazden 144 Mhz hasilnya dengan kekuatan 50-70 watt untuk radius 2-3 km sinyal ga ada masalah sama sekali, dan untuk luar kota juga cukup baik +/- 10 km.
Yah saya memang kadang 2 bingung juga dengan masalah kekuatan sinyal ini pak win. Mudah mudahan ada solusinya

Jawab:
Sebagai gambaran umum antena 1X 5/8 lamda gainnya 3 Dbi, jika dipandang dari samping, sudut pancar pola radiasinya banyak energi yang terbuang langsung ke atas, beda dengan antena gazden yang 2X 5/8 lamda. energi yang terbuang ke atas akan "dipaksa" menyebar ke samping . sehingga radiasinya lebih jauh.
untuk memastikan apakah antena anda beresonansi/match di frekuensi ini. chek dengan antena analyzer ( misal MFJ-259b ) atau MFJ-269B

VIDEO SENDER AMPLIFIER
Tanya:

saya di mintai tolong tetangga satu komplek untuk ngakali video sender biar pancaranya bisa deterima di komplek perumahan,...kira2x,...bagaimana kiatnya mas. video sender tersebut mancar di 224.6 mhz,....Dah saya kasih antenna luar tapi masih kurang bagus,...mungkin habis dijalan soalnya saya kasih kabel coax sepanjang 9 meteran
Jawab:
dikasih booster/penguat. cuma agak sulit buatnya. saya pernah pakai c1946 cuma keluar 3 watt( tentunya dengan penguat bertingkat yang cukup banyak ). penguatnya harus pada kelas A, B, atau AB.

ANTENNA DIPOLE
Tanya:

Pak win pernah buat antena dipole?
Bener ga klo dibuat 2 bay bisa dapat gain 4dB?
Gimana cara buat dan ukurannya? serta gimana cara buat power devidernya?
Jawab:
pernah buat , saya stack 4 bay, secara teoritis gain 9 dBi, cuma polarisasinya vertical, di kota agak sulit tembus, tetapi di luar pancarannya jauh sekali. untk ukuran 1/2 lamda.

TUNING PEMANCAR
Tanya:

Pak bagaimana cara tuning swr untuk pemancar 150 watt?apakah dengan 30 watt
> dulu jika sudah match baru ke 150 watt, atau langsung pake 150 watt?
>
> Untuk kualitas audio yang bagus dengan biaya yang murah audio prosesor
> apakah yang dipakai?
> dan bagaimana cara menghasilkan suara mic yang bagus ( ngga cempreng)
> seperti radio2 swasta? juga dengan biaya yang murah? (mau bagus ko muraahh

>Trims pak, saya pake pll veronica juga pak dari pak machmud bandung, tapi saya masih kurang puas dengan kualitas audio yang rasanya masih kalah dengan stasion radio yang besar. karena saat ini saya hanya pke mixer behringer dan audio dari mp3 pc aja belum pake processor ( audio composer).

Oya pak apakah ada pengaruhnya panjang kabel terhadap matching antena? dan apakah dengan merubah panjang kabel (memotongnya) dapat merubah kualitas matching antena?
Jawab:
Kalau yang saya buat juga mirip dengan buatan pak mahmud, cuma pada
bagian preemphasis saya lepas resistor 8k2 ohmnya. suara terasa lebih
lepas. mungkin stereo encoder perlu di adjust.

PEMANCAR NYEPLETTER
Tanya:

Saya punya pemancar fm dengan daya 100W, saya pke PLL dan 2694, dengan antena 5/8
Antena tersebut modifikasi dari antena 2Meteran 144-146Mhz,
Saya senaang menggunakan antena tersebut karena modifnya mudah, dan matchnya sangat bagus 1:1 swr 1,0
Yang ingin saya tanyakn jika ingin menggunakan double 2694 hingga 200W berapakah nilai nilai C keramik yang digunakan?
Dan jika mengganggu TV bagaimana langkah pencegahannya??
Antena apakah yang paling bagus untuk wilayah perkampungan yang agak padat perumahan dan bisa menjangkau jarak yang cukup jauh?

Jawab:
Untuk boster 200Watt itu , ada 2 cara:
1. langsung digabung dengan coil di pCB/strip Line spt di foto, 2. dengan combiner kabel .
Untuk model 1, C yang ke antenna sekitar 100Pf/2KV dan VC bagian output harus 0 - 100 PF, itupun kadang2 perlu C tambahan agar didapat output Max, dengan beban dummy load 50 ohm. Anda bisa lihat posisi putaran VC waktu ngetrim, apakah VC terlalu "ngepol"(rapat) atau terlalu longgar.

Untuk model 2 anda hrs buat 2 boster 100W sama persis, masing2 dituning 50 OHM. and pada input dipecah menjadi 2 dan output digabung lagi menjadi satu. sederhana kok.
Menurut pengalaman membuat boster yang tersulit adalah pada bagian inputnya, harus benar2 match, baru bisa nge"drive".

Kalo masalah nyeplet ke TV , itu banyak faktor, dari penguat yang nggak linear(cirinya terlalu panas), juga penguat tanpa lowpass filter, pake lowpass filter nggak yaaa...

OH ya ,PLL pake model apa anda, kalo saya pake model VERONICA, kemarin kueksperimen bisa sampe di atas 150 MHZ, bisa untuk link. Di tempat saya yang lagi ngeterend menggunakan LINK. daya kecil tapi jangkauan jauh (pemancarnya di atas gunung sih)

Utk Antena, Pake antena jenis Circular (sirra, OMB) tetapi harus dipasang 4 BAY atau lebih. Namun harganya cukup mahal.............

DIP KABEL TRANSMISI
Tanya:

Pak Win beberapa hari yang lalu saya ada baca artikel dari seorang homebrew juga (mas Isur) tentang cara matching kabel (nge DIP kabel), tapi saya agak kurang faham maksudnya, dan dia menggunakan MFJ, jadi bisakah kita nge dip kabel dengan hanya menggunakan swr meter dan dummyload saja? kalau yang saya tangkap caranya sbb:
1. pasang kabel ke konektor T dan sisi lainnya dari konektor T dipasang Dummyload
2. Hubungkan sisi konektor T yang lainnya ke swr
3. Jika kabel masih bagus swr tidak akan melebihi 1,7
4. potong ujung kabel sedikit demi sedikit hingga swr 1,3
5. setelah didapat swr1,3 kupas ujung kabel dan potong sedikit demi sedikit hingga didapat swr minimum (1,0)
inilah langkah langkah yang saya tangkap, apakah menurut pak win ini sudah benar atau ada cara lainnya?
Lagi lagi terima kasih pak Win atas penjelasannya, maaf nanya terus (kan klo malu nanya bakal kesasar??)
Tks
Jawab:
Berdasarkan pengalaman saya ada cara yang mudah untuk menyesuaikan resonansi kabel pada frek tertentu..yaitu:
1. Tentukan terlebih dahulu range frekuensi kerja dari pemancar anda
2. Carilah Frek. tengah dari batas atas dan batas bawah frek. kerja yang diinginkan (misal frek batas atas 100 Mhz dan frek batas bawah 102. Mhz,..maka frek tengahnya adalah [(100+102)/2] = 101 mHZ
3. Setelah frek tengah di dapat,..maka aturlah frek pemancar yang akan digunakan untuk Nge-dip kabel
4. Ada beberapa tools yang digunakan,.yaitu SWR meter yang masih standart, T konektor dan dummy load
5. Pasangkan kabel yang akan di dip pada salah satu ujung T konektor yang terpasang pada SWR dengan memasangkan konektornya terlebih dahulu, ujung yang lain tidak usah di pasang konektor (karena akan di potong2x)
6. Pada ujung lain dari T konektor pasangkan dummy load
7. Gunakan kabel jumper untuk menghubungkan antara pesawat dan SWR
8. Cek ulang semua persambungan yang dibuat
9. Hidupkan pesawat pada frek tengah yang telah ditentukan tadi
10. Posisikan SWR pada fungsi untuk ngematch antenna dan putar tombol kalibrasi sampai jarum kalibrassi maksimum ke arah kanan, kemudian lihatlah match pada swr,..
11. Bila kabel yang digunakan masih bagus,...biasanya jarum match akan menunjukan sekitar 1.5:1 s/d 1.7:1
12. Pemotongan ujung kabel yang terpasang di T konektor dapat di mulai. Pemotongan kabel hanya sepanjang konektor saja.
13. Bila sudah mencapai 1.3:1 hentikan pemotongan, kupaslah kabel itu kemudian potonglah inner dari kabel tersebut sedikit demi sedikit sampai di dapat 1.1 : 1
14. Bila telah di dapat 1.1 : 1 maka kabel tersebut dapat di asumsikan telah mencapai resonansi pada frek yang telah kita tentukan sebelumnya
15. Barulah kabel tersebut digunakan untuk melakukan match pada antenna yang akan dipasang
Selamat Mencoba,..
SOURCE: "http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Pengalaman_nge-DIP_Kabel_Antenna"


Baca selengkapnya...

Sabtu, 16 Agustus 2008

ANTENNA FM VERTICAL 5/8 LAMBDA

Sistem antenna memegang peranan sangat penting dalam pemancar FM, Contoh:
Pemancar dengan power output 150 Watt, SWR = 20 : 1 , Gain antenna 0 dB. Sistem antenna ini mempunyai performance / unjuk kerja yang lebih buruk disbanding suatu pemancar FM dengan daya output 25 Watt, SWR = 1 : 1, dan gain antenna 6 dB. Contoh ini menunjukkan betapa besar pengaruh system antenna terhadap Transmisi sinyal radio.



Salah satu factor penting dalam instalasi system antenna FM adalah ketinggian antenna. Pada band VHF , syarat agar komunikasi bisa berlangsung adalah LOS ( Line Of Sight ). Jadi idealnya komunikasi pada VHF , kedua antena baik penerima maupun pemancar harus saling terlihat. Sehingga di antara keduanya tidak boleh ada benda-benda yang dapat menyerap energi radio.

Sehingga para amatir radio di band VHF sering menyatakan bahwa lebih baik mempunyai gain antenna yang kecil tetapi dipasang tinggi daripada antena dengan gain besar tetapi dipasang rendah.

Antena vertical 5/8 lambda di bawah ini sangat mudah dibuat, dan cukup murah. Untuk men”tune” cukup memanjangkan atau memendekkan pecutnya ( whip ). Di sambungannya dipasang klem yang bisa dikencangkan. Klem ini banyak dijual di toko onderdil mobil atau sepeda motor.

Menggunkan sistem DC Grounded , sehingga relatif aman jika terjadi sambaran petir ( moga2 ndak usah terjadi deh.....)

Loading Coil bisa gunakan kawat listrik NYA tunggal 1,2 mm dan tak usah dibuang isolatornya. Setelah match, di tiap-tiap sekrup dan loading coil beri dengan lem anti air ( lagi2 di toko onderdil sepeda motor ).

Menurut pengalaman , dengan antena ini mudah sekali dicapai SWR 1 : 1.
OH ya, untuk teman-teman yang tertarik tentang Radio Komunitas bisa lihat DI SINI



Baca selengkapnya...

Selasa, 15 Juli 2008

KARAKTERISTIK KOMPONEN PADA PERAKITAN PEMANCAR FM

“Aduh gimana nih ngatasinya: Pemancar FM saya nyepletter ke TV”
“Minta saran dong: Power Pemancar FM saya besar, tapi kok nggak bisa mancar jauh?’’
Dan mungkin masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain….

Merakit Pemancar FM, mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Dibutuhkan pengetahuan , keterampilan , dan pengalaman yang cukup. Banyak hal-hal yang “membingungkan” bagi pemula di dunia rakit-merakit RF.

Kegagalan yang sering ditemui para pemula dalam merakit Pemancar FM adalah kurangnya pengetahuan tentang komponen yang digunakan.

Pemancar FM berada pada spectrum frekuensi VHF (very high Frequency ), dimana didaerah ini sangat sensitive terhadap komponen – komponen pemancar ( resistor, kapasitor, dan Induktor).

Panjang 0,5 lamda pada frekuensi 100 Mhz sekitar 60 inchi, tetapi pada frekuensi 400 Mhz hanya sekitar 15 inchi. Ini berarti bahwa pada frekuensi 400 Mhz sebuah tahanan 1 Watt akan mempunyai panjang gelombang sebesar 0,04 lamda. Oleh karena itu idealnya komponen-komponen yang dipergunakan di VHF-UHF dibuat sekecil mungkin. Dengan demikian akan dapat menghindari kesalahan/kegagalan akibat ukuran fisik komponen. Misalnya, kabel yang terlalu panjang bisa bersifat menjadi inductor atau malah menjadi antenna, lilitan yang berdekatan bersifat sebagai kapasitor, dan kapasitor dapat berlaku sebagai inductor.

Pengetahuan akan karakteristik komponen dan teknik perakitan akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dalam merakit Pemancar FM.

Resistor pada VHF
Konduktor-konduktor dan resistor-resistor dapat membangkitkan noise thermal yang merupakan fungsi dari temperature komponen dan tahanannya. Pada kawasan VHF suatu resistor mempunyai kapasitansi yang ditimbulkan oleh kaki-kaki komponennya, juga mempunyai induktansi yang bergantung pada panjang kaki komponen. Semakin tinggi frekuensi kerja, semakin besar pula pengaruh kapasitansi dan induktansi liar terhadap kinerja rangkaian.

Tahanan RF dari kebanyakan resistor kecil cenderung turun pada frekuensi yang lebih tinggi. Pada frekuensi mendekati 150 MHz, nilai tahanan RF turun 20% dari nilai resistor pada DC. Jadi bila kita mengukur suatu tahanan 100 Ohm dengan Ohmmeter DC, maka pada frekuensi 150 MHz nilai tahanan RF yang dirasakan rangkaian adalah 80 Ohm.

Jenis resistor yang mempunyai kapasitansi dan induktansi liar yang kecil sangat dianjurkan dalam perakitan Pemancar FM.

Kapasitor pada VHF
Reaktansi kapasitip dari sebuah kapasitor semakin kecil dengan naiknya frekuensi. Sebaliknya reaktansi induktif dari kawat/inductor semakin bertambah dengan naiknya frekuensi. Karena pemancar FM bekerja di kawasan VHF, inductor liar yang ditimbulkan oleh kaki-kaki kapasitor dapat menimbulkan efek-efek yang tidak diinginkan. Dalam kawasan ini, kapasitor bisa berubah menjadi komponen yang agak kompleks, bisa bersifat induktansi, kapasitansi, dan resistansi, sehingga ada kemungkinan terjadi resonansi sendiri antar komponen tersebut, pada suatu frekuensi tertentu. Layak tidaknya suatu kapasitor digunakan pada VHF (FM), tergantung pada ukuran fisik, bahan, dan teknik fabrikasinya. Untuk kawasan frekuensi ini kapasitor mika atau keramik cukup layak digunakan, dengan catatan kaki-kakinya harus sependek mungkin.

Induktor Pada VHF

Induktor atau lilitan digunakan pada rangkaian VHF sebagai bagian dari sirkuit tala atau sebagai RFC (Radio Frequency Choke). Reaktansinya semakin besar jika frekuensi operasi semakin tinggi. Induktor yang paling efisien adalah sebuah inductor satu lapis dengan diameter kawat yang besar serta diameter inductor sama dengan panjangnya.

Induktor berintikan ferit mempunyai induktansi lebih besar dibanding induktor dengan inti udara. Inti ferit mempunyai efek menambah induktansi suatu lilitan.

Induktor yang dililit pada ferrite cincin ( toroidal ) atau ferrite bead , seringkali digunakan pada rangkaian RF terutama di VHF-UHF. RFC dengan toroid ini akan mampu mengurangi kebocoran flux. Medan RF akan terkonsentrasi di sekitar lilitan dengan inti toroid tersebut. Sehingga lilitan ini bisa dikerjakan pada rangkaian dengan kepadatan komponen yang tinggi.

Di pasaran terdapat beberapa macam ferrite atau toroid, ditinjau dari range frekuensi kerjanya. Secara Umum ferrite yang dapat bekerja di VHF, tidak masalah jika dikerjakan di jalur HF.

Tata letak komponen lilitan sangat berpengaruh pada kinerja rangkaian RF. Bila ada dua buah lilitan yang sejajar maka kedua lilitan akan saling menginduksikan medan listrik satu sama lain , atau yang disebut kopling magnetik. Kopling magnetik yang tidak dikehendaki ini harus dicegah, kecuali memang dikehendaki.

Pada penguat bertingkat dengan penguatan tinggi, kopling magnetik antara bagian output dan input dapat menyebabkan umpanbalik positip, dan akan terjadi self osilasi.
Hal ini dapat dicegah dengan memasang shielding yang digroundkan di antara lilitan yang terjadi kopling magnetik tadi. Dan cara lainnya adalah dengan membuat lilitan-lilitan tadi dipasang saling tegak lurus, sehingga kopling magnetiknya akan menjadi nol.

Source:Majalah Elektron

TIPS:
1. Sebaiknya kita mengacu pada rangkaian Built-Up untuk merakit Pemancar FM, dari sisi tata letak dan perakitan/pengawatan.
2. Untuk mengetes Pemancar FM kita self osilasi atau tidak, coba hidupkan pemancar , pasang SWR meter pada posisi POWER, kemudian matikan osilator saja ( sementara rangkaian buffer sampai final tetap tersuplai tegangan). Lihat Power pada SWR , apakah masih menunjukkan adanya daya atau tidak. Jika tidak, berarti Pemancar FM anda tidak terjadi self osilasi. Jika ya, berarti anda harus meneliti rakitan anda

Mungkin teman-teman punya pengalaman lain......tambahin dong


Baca selengkapnya...

Minggu, 13 Juli 2008

OSILASI PARASITIK PADA PEMANCAR FM

Dalam perakitan PEMANCAR FM atau rangkaian RF pada umumnya, efek dari kapasitansi dan induktansi tidak bisa samasekali diremehkan. Semakin tinggi frekuensi kerja, semakin signifikan pengaruh dari reaktansi kapasitif dan induktifnya.

Kawat sepanjang 5 cm mungkin tidak berefek pada rangkaian audio, tetapi pada rangkaian uhf, akan dapat menimbulkan efek yang serius, dengan kata lain reaktansi induktifnya berlipat-lipat besarnya.



Kapasitansi internal transistor dan induktansi kawat jumper ( misal jalur PCB yang panjang ) dapat menimbulkan Osilasi yang tidak diinginkan (Unwanted Oscillations).
Osilasi liar ini terbentuk dalam konfigurasi Colpits atau Hartley. Biasanya Osilasi ini terjadi mulai kawasan VHF – UHF.

Untuk mengurangi Osilasi liar akibat terjadinya umpan-balik positif ini, maka bisa kita tambahkan resistor sekitar 10 Ohm, atau dengan dieksperimen. Cara lainya mungkin dengan menyelipkan Ferrite Bead pada kaki basis. Ferrite Bead ini akan menyerap /meredam energi osilasi parasitik dan menghilangkan Osilasi yang tidak dinginkan ini. Dalam kasus lain, bisa diatasi dengan menurunkan ”feedback fraction”
Atau dengan menggeser/merubah besaran pergeseran fasa.

Dalam praktek perakitan PEMANCAR FM, tata-letak komponen, layout PCB, shielding, dan pengawatan harus betul-betul diperhatikan. Sebaiknya kita mengacu pada rakitan built-up jika memungkinkan, dan tentu saja jika hanya berpedoman skematik diagram tingkat keberhasilan dalam merakit pemanacar FM tentulah sangat kecil.

Seringkali kita harus banyak memasang ferrite bead dan capacitor by-pass untuk mengurangi self osilasi ini. Pada desain RF , groundplane (bidang ground) sangat signifikan pengaruhnya. Gunakan PCB dari bahan Fiber dan double side jika memungkinkan.

Baca selengkapnya...