Mesin Pencari Paling Andal

Selasa, 07 Oktober 2008

FM PLL FREQUENCY SYNTHESIZER


Prinsip kerja PLL frequency Synthesizer ( penyusun frekuensi PLL ) adalah sbb:
Mula-mula VCO berosilasi pada frekuensi yang ditentukan oleh tegangan control Vc dan menghasilkan sinyal frekuensi Fv. Sinyal frekuensi ini selain diperkuat oleh buffer dan tingkat penguat selanjutnya, juga diambil untuk dihubungkan pada pembagi terprogram N. Berapa besar nilai N ditentukan oleh kombinasi tingkat tegangan pada kaki-kaki program dari IC Programmable divider.

Umumnya bilangan N diberikan dari saklar/dip switch atau Up-Down Counter di luar.

Keluaran pembagi adalah Fv/N, frekuensi ini diumpankan ke Phase detector. Di samping itu pada Phase detector juga terdapat masukan yang berasal dari Oscillator referensi Fr. Frekuensi referensi umumya sekitar 10 KHz.

Keluaran phase detector merupakan sinyal kesalahan ( error voltage ) yang berupa sederetan pulsa-pulsa tipis yang sebanding dengan perbedaan Fasa antara Fr dan Fv/N. Tegangan error ini kemudian diintegrasi dengan LPF ( Low Pass Filter ) dan menghasilkan tegangan DC yaitu Vc.

Bila pembagi N diubah, maka Fv/N juga berubah, beda fasa juga berubah , dan tegangan control Vc berubah, akibatnya VCO menghasilkan frekuensi baru yang berbeda dari frekuensi semula.

Bila harga N diubah-ubah maka akan dihasilkan beratus-ratus frekuensi yang stabil , yang kestabilannya setara dengan osilator kristal.

Catatan:
Penjelasan prinsip kerja PLL frequency synthesizer diatas sangat praktis dan sederhana , memang cocok dengan situasi komunitas kita: homebrewer. Mungkin kalau kita kaji teori PLL secara mendalam tentunya sangat “berat” bagi kita.
Kita harus belajar tentang analysis kestabilan system, analysis signal, teori filter, transformasi fourier, Mathlab…dll…pusiiiiiiing deh.

Untuk para homebrewer cocoknya yang praktis-praktis aja deh…………setuju?

16 komentar:

  1. Correct. lebih stabil dibanding coltpit. wah bisa nuntut ilmu disini nih. ada kit
    yg siap pake pak win? berapa harganya?

    BalasHapus
  2. thanks bro, ajari saya SEO dong, last day i have been visited on your blog. i want like that. ( betul nggak ya tensesnya ? )
    masalah kit lewat e-mail aja ya...
    tks

    BalasHapus
  3. Pak Win kalau ok alamat txfm saya link di RRE ya?

    BalasHapus
  4. Thanks pak for visiting my blog! Well, sampean tuh guru dimana yah???

    BalasHapus
  5. @Devid:
    di SMKN 3 Jombang

    BalasHapus
  6. weh seep ini bisa belajar juga ini

    http://www.radiomadufm.com
    strimeng http://live.radiomadufm.com:8550/listen.pls

    ym madufm_trenggalek@yahoo.co.id
    madufm_1077@yahoo.co.id


    http://www.radiomadufm.com/index.php?name=coppermine&file=thumbnails&album=9


    kunjungi ya

    BalasHapus
  7. Pak Win,

    Banyak ilmu disini...silahkan deh

    http://www.geocities.com/Area51/Nebula/3736/

    Jangan lupa kopi dan pisang gorengnya ya...untuk teman download

    BalasHapus
  8. pak win....
    ni herlina pak....murid bpak dlu d sk telkom du angktan 2006(angkt.8)
    pak...skrg sya d t.elktro itenas
    saya btuh bgt web spt ni...
    n web bpak mmbntu sya...
    trima kasih pak...
    da nomor yg bisa d hbgi pak???
    sya btuh bntuan bapak...
    trima kasih

    BalasHapus
  9. @ Herlina my student:
    Coba ke e-mail dulu: fmjombang@gmail.com
    thanks

    BalasHapus
  10. pusat jual-beli alat ukur seken

    BalasHapus
  11. linier tabung susah !!!!! kata sipa jangan bilang susah kalau belum coba kawan hanya tersenyum bila sudah tahu. aku ikut pelatihan hanya 2 minggu ternyata lebih sulit ngerakit 2sc 2782. apalagi kalau jenis tabungnya triode itu persis sama dengan transistor bipolar seperti tabung 3cx 1500a7 atau sekarang lagi banjir dengan tabung bekas perang rusia gs35b gs31b gi7b ini tabung sepupunya 3cx1500a7 3cx800a7 mau mencoba

    BalasHapus
  12. PA menggunakan tube tdk semua "orang" mampu mengerjakan. Disamping itu spare part juga agak sulit dicari di kota kecil, seperti trafo tegangan tinggi, capasitor, soket tube dll.

    Tapi kalo kita mau berusaha utk "mengerjakan" pasti ada jalan keluar. Banyak kok referensinya maupun spare part utk PA Tube bisa kita cari di dunia maya atau internet.

    PA dgn power output 400W menggunakan tube GI7B harga lbh murah dibanding dgn tr 2 x C2782 yg output cuma maks. 200W. Apalagi dibanding dgn BLF 278 bisa dpt GI7B 3 biji.

    Antara tube dgn transistor/mosfet masing ~ masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.

    PA Tube dan Transistor :
    * Tube desainnya tdk kompak maupun ringkas dibanding dgn transistor/mosfet. Coba bandingkan RVR PJ300M dgn desain GI7B, bisa 3x ukuran boxnya.
    * Transistor/mosfet sangat riskan terhadap elektrik statis atau imbas dari petir dibanding dgn tube. Menggunakan tube lbh bandel.
    * Penggunaan listrik tube lbh boros dibanding dgn transistor/mosfet yg lbh irit.
    * DLL.

    Jadi tergantung "selera" mau tube ya monggo, mau transistor/mosfet ya silahkan.
    Tapi kalo mau kedua ~ dua >> MANTAP. Tidak ada salahnya utk BELAJAR dan EKSPERIMEN...!

    Regards

    BalasHapus
  13. Pak Win, Sy pendatang baru di RF,mta tlg cara agr PLL sy pke TC9122 bisa UP/DOWN dg dg tambahan mokrokontrol,

    Dr.I (radio komunitas RES Kajen-Pekalongan)

    BalasHapus
  14. bagus top markotop lanjutkan terus jagan menyerah

    BalasHapus