Mesin Pencari Paling Andal

Sabtu, 16 Agustus 2008

ANTENNA FM VERTICAL 5/8 LAMBDA

Sistem antenna memegang peranan sangat penting dalam pemancar FM, Contoh:
Pemancar dengan power output 150 Watt, SWR = 20 : 1 , Gain antenna 0 dB. Sistem antenna ini mempunyai performance / unjuk kerja yang lebih buruk disbanding suatu pemancar FM dengan daya output 25 Watt, SWR = 1 : 1, dan gain antenna 6 dB. Contoh ini menunjukkan betapa besar pengaruh system antenna terhadap Transmisi sinyal radio.



Salah satu factor penting dalam instalasi system antenna FM adalah ketinggian antenna. Pada band VHF , syarat agar komunikasi bisa berlangsung adalah LOS ( Line Of Sight ). Jadi idealnya komunikasi pada VHF , kedua antena baik penerima maupun pemancar harus saling terlihat. Sehingga di antara keduanya tidak boleh ada benda-benda yang dapat menyerap energi radio.

Sehingga para amatir radio di band VHF sering menyatakan bahwa lebih baik mempunyai gain antenna yang kecil tetapi dipasang tinggi daripada antena dengan gain besar tetapi dipasang rendah.

Antena vertical 5/8 lambda di bawah ini sangat mudah dibuat, dan cukup murah. Untuk men”tune” cukup memanjangkan atau memendekkan pecutnya ( whip ). Di sambungannya dipasang klem yang bisa dikencangkan. Klem ini banyak dijual di toko onderdil mobil atau sepeda motor.

Menggunkan sistem DC Grounded , sehingga relatif aman jika terjadi sambaran petir ( moga2 ndak usah terjadi deh.....)

Loading Coil bisa gunakan kawat listrik NYA tunggal 1,2 mm dan tak usah dibuang isolatornya. Setelah match, di tiap-tiap sekrup dan loading coil beri dengan lem anti air ( lagi2 di toko onderdil sepeda motor ).

Menurut pengalaman , dengan antena ini mudah sekali dicapai SWR 1 : 1.
OH ya, untuk teman-teman yang tertarik tentang Radio Komunitas bisa lihat DI SINI


235 komentar:

  1. Pak..bisa tahu ukuran pastinya untuk pembuatan antena 5/8 serta bahan-bahannya untuk mendapatkan kwalitas yang terbaik?

    Terima kasih.

    BalasHapus
  2. Pada frekuensi 94,3 MHz. panjang pecut/whip adalah sekitar 210 cm. dan panjang kumis untuk ground sekitar 82cm

    BalasHapus
  3. Wah... agak sulit juga ya belajar rf. heheh.. btw, ada ga pak buku untuk belajar rf yg sekarang masih beredar gitu ? mungkin terbitan elex media ? atau pak win mau coba buat buku sendiri gitu ? hehhe.
    Pak bisa posting tentang pembuatan encoder stereo sampai power 100 watt + switching + antena dan kabel.
    Saya juga mau tanya : apakah switching ATX untuk komputer (saya lihat salah satu kabelnya ada DC 12 volt / 30 amper) bisa digunakan untuk power 100 watt 2782 ? mohon penjelasan. Terima kasih.

    BalasHapus
  4. for Purba:
    Untuk power supply dari PS PC, saya pernah pakai untuk c2782, bisa kok, tetapi diadjust menjadi sekitar 13,8V dan menggunakan PS PC yang lama . Yang menggunakan IC switching 494.untuk PS dari PC ini searching aja dengan keyword 13,8v + PC + 20a + power supply

    BalasHapus
  5. pk win ,bgusn mn pakai kumis lurus dgn kumis 45drjt?

    BalasHapus
  6. pak win udh prnh bwt stereo oscilator IC BA1404 lom? ktny kq flaw klo dipakai oscilator.trs pnsrn jg hsil stereony gmn.:-(

    BalasHapus
  7. for purna:
    kumis antena pakai yang lurus aja/90 derajat. khan banyak dijual bracketnya.

    stereo oscillator pakai ba1404 sudah pernah coba. tapi hasilnya nggak terlalu bagus. saya skematiknya dari Pira.

    BalasHapus
  8. antena circular utk pmancar 30watt cocoknya pakai brp bay pak win? trs dividerny gmn buatnya apakah sama rumusnya sprt divider antena dipole?

    trim's

    BalasHapus
  9. makasi pak win. nanti akan saya coba.
    btw, untuk merk SWR yang bagus apa (yg sering digunakan / pak win sdr gunakan saat ini) ? harganya brp dan beli dmn ? Saya ada di malang - jatim. Makasi

    BalasHapus
  10. pak win,frek 94.3 dpt whip 210cm&grnd 82cm,tulung kasi rumusny dunk,saya cb ngitung kq pnjgny lbh pendek..:-)

    BalasHapus
  11. SO busy here!

    Severn
    http://broadcasthardware.blogspot.com

    BalasHapus
  12. for purna:
    panjang 210cm itu hasil praktek. kalau dihitung persis 5/8 lamda panjangnya nggak sampai 2m mungkin. makanya whip harus bisa di adjust, sampai ketemu SWR terendah. Saya pakai Maldol MR1000. Saya sering belanja komponen di Pendem, karangploso. tahu khan?

    BalasHapus
  13. harga SWRnya brp pak win skg ? Karangploso malang ? nama tokonya apa? makasi

    BalasHapus
  14. saya lupa nama tokonya, ada di pertigaan jalan antara terminal landungsari - batu (tepatnya di pertigaan Pendem) utara jalan/depan pom bensin.

    BalasHapus
  15. klo ada waktu pak win postingin encoder dunk..yang udah pernah pak win praktekan,.

    tingkiyu..

    BalasHapus
  16. bahas antenna T-match donk pak...

    BalasHapus
  17. InsyaAllah, saya gambarnya dulu

    BalasHapus
  18. saya tunggu ya pak win,moga jd pahala buat pak win.

    BalasHapus
  19. untuk antena 5/8 gain nya brp db y pak win?

    BalasHapus
  20. @ purna:
    kalau pabrik antena biasa bilang 3 dBi (maksudnya 3 dB lebih tinggi daripada antena isotropis : Grounplane), ada juga buku yang bilang 2,1 dB. Yang jelas lebih baik dibanding groundplane 1/4 lamda.
    lebih bagus lagi antenna 2X 5/8 Lamda

    BalasHapus
  21. Bisa nambah sedikit nich tentang rumus panjang antena sbb, rumus panjang gelombang atau yg biasa disebut dengan Lamda adalah C/Freq x 0,95 dimana C adalah Kecepatan Rambat Cahaya diruang hampa = 3.10panggkat 8, atau lebih mudahnya kita tuliskan nilai 300 untuk mempermudah dan menyederhanakan dalam menghitung panjang gelombang, Freq adalah Frequensi kerja yg dimaksud dan nilai 0.95 adalah nilai velocity vaktor dimana kecepatan rambat gelombang elektromagnit tentunya tidak sama pada setiap media, disini dituliskan 0.95 adalah nilai pendekatan cepat rambat pada media logam sebagai pembuat bahan antena..ok..paham rekan ??? misal kita ingin membuat antena 5/8 pada freq 100 mhz, begini penjabaran rumusnya 300/100 = 3 berarti panjang gelombang yg kita peroleh adalah 3 meter, kemudian kita kalikan 3x0.95 maka kita peroleh nilai 2.85 meter, inilah acuan yg akan kita kalikan 5/8, jadi 2.85x5/8 =1.781 meter. mudah bukan...????? rumus ini berlaku untuk semua jenis antena, misal 1/2, 5/8, 1/4, 3/4, 5/8 dsb. Adapun diwaktu tuning atau seting antena yg sudah jadi sebaiknya jangan terlalu memendekkan atau memanjangkan antena walaupun antena bisa di adjust sampai beberapa cm, harus diingat panjang suatu antena harus tetap mengacu pada rumus, ini sangat penting dan vital, mungkin adjust antena cuma ada teloransi lebih kurang 1,5 cm saja, kalaupun belum didapatkan SWR yg rendah sebaiknya cek bagaian loading atau di tap ulang sampai mendapatkan SWR minimal..... ok kawan selamat berkarya..........

    BalasHapus
  22. for alek:
    Komentarnya mantap Bro...
    kapan-kapan bagi pengalaman dong tentang modifikasi 2x5/8 lamdanya telex gazden 2m ke band FM seperti di Radio Pendidikan Jombang dulu...itu lho

    BalasHapus
  23. Posting komentar ini bisa upload gambar gak ya...???? sebab kalau cuma komentar tok ntar Alek dikira pabriknya teori...kakakakkakakakaka... kalau bisa akan saya posting beberapa jenis antena yg popular dikalangan broadcaster sekalian gambar sederhana biar mudah dan jelas...ok .....

    BalasHapus
  24. wah komentar dg gambar ndak bisa...diposting di blog sampeyan sendiri aja khan bisa bro...
    truz kalo sampeyan kasih komentar di sini otomatis khan ada baclink ke blog sampeyan.OK

    BalasHapus
  25. kalo 5/8 pakai bracket 45drjt loadingnya ngrubah gk pak win?

    tingkizu.

    BalasHapus
  26. nggak usah dirubah, di tap yang tepat agar swr rendah. dan jangan lupa panjang whip/pecut juga digeser-geser.
    you are welcome.

    BalasHapus
  27. Saya punya pemancar RVR 500 TX (500 watt) pakai antenna 5/8 omny tapi kenapa suara mendem ya maksudnya di radio penerima volume sudah tinggi tapi audio terdengar lemah (tapi jernih), padahal kalau cek dari lcd pemancar audio sudah sampai pada garis batas.

    Ada yang bisa kasih advis.

    Terima kasih

    Serdadu Cyber

    BalasHapus
  28. Yaa...mungkin perlu diset lagi bagaian audio Kawan... dan coba cek bagaian input audionya kali aja keliru nancapnya jack audio... semuanya serba mungkin ... bisa juga Audio mixer dan konco konconya dan lebih baik baca manualnya kembali pasti deh ketemu penyakitnya... salam..

    BalasHapus
  29. Cocok apa yang dikatakan bapak wedhus gembel, kalau audio terlalu dalam, saya kira tidak berhubungan langsung dengan masalah antenna. tetapi lebih berhubungan dengan audio system baik pada setting exciter atau pada sistem audio di depannya.
    thanks

    BalasHapus
  30. Audio mendem yg bagaimana? Mendem level volumenya atau nadanya? Kalo level volume coba naikkan level output audionya (output mixer) atau output dari stereo encodernya yg ke tx. Kalo yg mendem nadanya bisa set lagi kontrol nada terutama tone middlenya. Paling sederhana atur tone kontrol (treble,mid,bass) pada posisi flat/datar trs atur sedikit demi sedikit sampe mendapatkan audio yg diinginkan.

    BalasHapus
  31. Dari gambar antena diatas bisa dijadikan 2x5/8 lambda, dgn menambah 1 loading 1/4 lambda dan 1 whip 5/8. Antena berkesan seperti Hustler G7.

    BalasHapus
  32. @ BROADCAST EDUCATION:
    betul boss, cuma masalahnya yang perlu ditampilkan adalah loadingnya agar pas/cocok penfasaannya. seperti Hustler G7.
    thanks sudah mampir...

    BalasHapus
  33. Radio komunitas saya pake antena 2x5/8 lambda merk BIKSEN alias "Bikinan Sendiri",bentuk fisiknya menyerupai Hustler G7 VSWR nya 1:1,1.Saya pasang diatas tower dg ketinggian 40 meter,konektor antena pake jenis DIN dan kabelnya pake Heliax 7/8.Perangkat pemancarnya juga BIKSEN pake PLL Veronica,Stereo Coder kristal 4,684 MHz,PA FM 2x2SC2782 (driver 2SC1946) output 200 watt. Oh ya pak Win mo usul gmn klo di blog anda jg mengulas tentang audio utk broadcast seperti mixer,compressor/limitter,dll?

    BalasHapus
  34. @ Bonnie Pandelaki:
    Maaf Bang saya tidak terlalu menguasai alias kurang pengalaman tentang system audio untuk radio broadcast. Dari sisi software maupun hardwarenya. Thanks

    BalasHapus
  35. Antena 2x5/8 lambda,pada dasarnya adalah jenis antena model Colinier. Model ini banyak digunakan oleh rekan rekan dari Amatir Radio (ORARI)144 MHz yg mana salah satu dari jenisnya biasa disebut dengan Antena TELEX (Merk Dagang). Sebenarnya antena ini mempunyai penguatan yg lumayan besar (lebih 5 db) dan juga mempunyai sudut pancaran (apapun istilahnya) yg sangat bagus (datar) bila dibandingkan dengan antena model colinier 2x5/8 seperti yg dimaksudkan diatas (bentuk Hustler). Banyak diantara kawan kawan pemula broadcaster, bertanya-tanya "apakah bisa antena ini diaplikasikan pada pada frek FM Broadcast?" Yaaa..tentu saja sangat bisa, asalkan hitungan 2x5/8 lamda harus disesuaikan dengan frek kerja FM Broadcast yg dimaksud. Saya pernah membuat Jenis antena ini (TELEX) untuk suatu radio swasta dikota saya, antena memang saya design untuk keperluan FM Broadcast Medium Power. yaaa pada saat itu kira2 power sekitar 1 Kilo Watt (1000 Watt). Memang dengan hasil sangat bagus, namun ditengah perjalanan kira2 8 bulan kemudian... antena saya amati secara fisik...antena kok miring 5/8 lambda bagaian atas (batas loading keatas) waaahhh.. curiga saya..kemudian saya cek swr-nya masih bagus..penasaran apakah patah tertiup angin?? saya kira tidak mungkin, karena antena saya buat dengan fisik sangat kuat dengan 5/8lamda bagaian bawah loading menggunakan pipa stanless 2 inch dan bagaian atas loading 1.5 inc sambung 1.25 inch serta menggunakan bahan isolator Novotexs (bahan utama dari fiber dengan serat kain/kuat dan sangat kaku) ooyaaa.. loading bahan kawat tembaga diameter 6mm (cukup besar). Rasa penasaran memnuntut saya untuk menurunkan antena tsb, ternyata patahnya pada isolator sekaligus sebagai penahan radiator 5/8 bagaian atas, bukan patah karena angin tapi patah menjadi arang terbakar secara pelahan-lahan berasal dari conection antara conector menuju feed point pada loading yg saya buat menerobos ditengah isolator langsung menuju feed point. Jadi bukan loadingnya yg terbakar tapi isolatornya. Loading gak apa apa tetap mengkilap, cuma logam saluran feed point membara dan membakar isolator...hehehheheheh... demikian rekan pengalaman saya tentang antena telex broadcast... mudah mudah mudahan tulisan saya bisa menambah referensi anda tentang antena FM Broadcast....selamat berkarya

    BalasHapus
  36. @Alek:
    Mantap bro, beberapa minggu yang lalu saya bertandang ke Mas Adhikara di surabaya ( kenal panjenengan kok...). beliau juga membuat antena mirip telex hy-gain . yang mampu dibebani daya 1 Kw lebih.
    thanks.

    BalasHapus
  37. Iyaa..pak Win, mas Adi itu seneng oprek antena, beliau mesti ketemu saya pas kalau ada lomba antena di Antena Contest HAM Amatir Radio baik tingkat daerah maupun Nasional, tapi yg selalu pulang bawa PIALA mesti orang Blitar hehehe... (nyombong dikit, karena suatu kebanggaan nich..bukan pamer lhooo...), tapi "ilmu antena" bisa saya bagi bagikan untuk rekan rekan yg berniat dan berkenan belajar dengan kesungguhan. amiiinnnn.....

    BalasHapus
  38. Wah ternyata pengalaman rekan2 disini muantap2! seandainya semua berkumpul trs ngobrolin masalah antena maupun pemancar pasti 2 hari 2 malam gak bakalan habis2........yg habis kopi ma pisang gorengnya.....wakakkakakakakaka

    BalasHapus
  39. Apalagi sambil cerita radio balap....retetetet...stop......hop...! Ditunggu deh di MALVINAS High Power 143.920 Mhz....begitu ...njuzzzzzzzzz!

    BalasHapus
  40. @ alek:
    Jadi kalau hoby trek-trekan di 2m, pernah ketemu sama Fendy/rebo Kertosono Nggak ya? Kalau ketemu di radio , tolong titip salam dari Pak Win...ya.

    @ bonnie:
    Cocok bro..seneng deh kalau teman-teman tukang radio bisa ngumpul di sini, bisa bagi-bagi order ( hi..Hick..)

    BalasHapus
  41. wewq...kekekkekekekek..... iya Pak Win, Rekan Rebo teman plek saya..hahahahhahahahaha...

    BalasHapus
  42. wah.....ternyata ada pembalap radio juga neh. Salam kenal aj deh

    BalasHapus
  43. Pak Win saya mau minta rumus panjang kabel antena rg 58 50ohm untuk freq 142.600mhz. butuh banget. Terima Kasih

    BalasHapus
  44. Ok .. saya bantu dikit untuk mas Yudi, pada dasarnya Coaxcial / kabel antena akan Match atau resonansi pada frek kerjanya apabila kabel tersebut mempunyai panjang dari kelipatan 1/2 Lamda dari frek kerjanya. Singkatnya demikian. Contoh : Frek kerja kita 142.600 dengan mempergunakan kabel RG-58, disini misal kita ketahui Velocity Faktor RG-58 adalah 0,68. jadi kita hitung dulu (300/142,6 x 0,68) x 0,5 = 71,5 cm. Nah sekarang kita sudah menemukan 1/2 lamda dari kabel RG-58 dengan frek 142,6 Mhz. Dan tinggal kita kalikan kelipatan nilai 1/2 lamda tersebut dengan menyesuaikan panjang kabel yg kita punya. Misal kita punya kabel 15 meter, maka nilai kelipatannya adalah 71,5 x 20 = 14,3 meter. ini dalah nilai pendekatan saja, lebih tepatnya kita harus tune kabel tersebut dengan menggunakan peralatan yg memadahi misal Antena Analizer dsb. Nantinya pasti akan diperoleh ketepatan yg presisi dengan panjang kabel yg lebih pendek lagi. Mengapa demikian....???? tentunya faktor teknis Kabel Coaxcial terutama nilai Velocity Factor (Vf) akanlah tidak sama setiap jenis kabel RG-58 terutama dari segi mutu. Apalagi RG-58 yg tersedia dipasaran, nilai Vf cenderung lebih rendah ( jelas pasti) dari 0,68 .

    Catatan Penting:
    Ada baiknya mas Yudi coba.., perkalian dari 1/2 lamda sebaiknya anda gunakan nilai BILANGAN PRIMA, misal anda gunakan nilai 17 - 19 dsb. menurut penyesuaian panjang kabel anda. Pengalaman yg sudah saya jalani, ternyata dengan mengalikan dengan bilangan Prima, maka akan diperoleh Resonansi jauh lebih bagus dan sempurna....
    OK.. kawan... Selamat Mencoba Moga Sukses...

    BalasHapus
  45. Sebagai perbandingan:
    tentang masalah "ngeDIP" kabel transmisi, saya pernah ngomong -ngomong dengan salah satu pembuat kit pemancar Fm, menurut beliau kabel transmisi ndak perlu di"DIP", khan tetap 50 OHM begitu katanya..

    Di sisi lain, saya lihat para tukang radio mati-matian usahanya untuk nge"DIP" kabel, persis apa yang dikatakan Boss Alek di atas.

    Oh ya , untuk mas yudi masalah nge"DIP" kabel juga bisa lihat di blog ini juga, pada postingan "OBROLAN PEMANCAR FM"

    BalasHapus
  46. Terima Kasih banyak buat rekan2 semuanya. mudah2han dengan berbagi ilmu yang bermanfaat kita semua mendapat pahala yang terus mengalir dan tak pernah putus dari Tuhan YME.
    JZ 10 BMV (Yudi)

    BalasHapus
  47. JZ 10 BMW, 10 ini Call Area mana mas Yudi ?

    BalasHapus
  48. tanya.antena 2x5/8 loading atas pake apa, ukurannya berapa, panjangnya berapa?

    BalasHapus
  49. saya punya antenna telex 2 meter, kalau dipindah ke frek 80 mhz merubah loadingnya tidak?telex saya di 2 meter loadingnya cuma 4 lilit klo di 8 mhz kira-kira nambah berapa lilit? makasih infonya

    BalasHapus
  50. maksud saya di frekuansi 80 mhz

    BalasHapus
  51. mas,, saya seorang pelajar... lagi dapet tugas buat pemancar fm, namun saya kesulitan dalam membuat koker induktor,(katanya buat diputer2)trus berapa perbandingan lilitan antara p:s dengan kawat email 0.4. mohon penjelasanya ya mas... mohon bantuannya juga...

    BalasHapus
  52. mas.... saya seorang pelajar yang mendapat tugas utuk membuat pemancar fm.. yangb saya buat adalah pemancar fm o,25 watt dengan booster 30 watt. namun saya masih belum paham mengenai fm transmitter. masih hijau lah. yang saya tanyakan, saya kesulitan untuk membuat koker induktor, karena saya tidak tahu perbandingan lilitan p:s dan embel2nya, mohon penjelasanyya ya mas

    BalasHapus
  53. Kalau anda menggunakan pcb Saturn, dengan koker 5mm, lilitan primer 3 lilit dan sekundernya 1 lilit. C resonatornya sekitar 20 pF pada bagian primernya.
    thanks.

    BalasHapus
  54. Om Wedus Gembel, Maaf jawabnya telat, 10 itu area Jawa Barat 142.600 Mhz lokal 02 Karees Bandung.
    Saya mau buat antena 3x 5/8 kaya tipe f23, ada yg tau skemanya yg lengkap termasuk loading coilnya yg tengah sama yg bawah Terima Kasih

    BalasHapus
  55. @ Yudi :
    Saran saya alangkah baiknya kalau anda langsung saja beli antena F23 yg sudah jadi, Pengalaman saya membuat propotif antene F23, sangatlah sulit walaupun kelihatannya antena tersebut sangatlah sederhana. Sudah beberapa kali saya praktek membuat sendiri antena F23 namun gak ada hasil memuaskan yg bisa menyamai atau mengalahkan F23. Jadi dituntut ketrampilan dan keahlian khusus untuk membuat ant tersbut. Fakta : Memang antena F23 adalah antena terbaik yg saya tahu diantara antena Omnidirectional Vertical yg beredar disini. Sudah berkali kali / sering saya memenangkan Lomba Antena Vertical Omni membawa hasil yg sangat memuaskan dengan senjata Antena F23 product Daymont-Japan. Namun antena ini memiliki segi kelemahan, yaitu kemampuan terhadap beban power sangat kecil. Antena jenis ini sangat optimal pada ring power maximal 150 Watt saja, diatas 150 Watt skala SWR sudah tidak stabil lagi cenderung naik naik kepuncak jebol....hehhehehe..., adapun bandwith antena F23 sangatlah ideal (runcing) untuk ngetrek walaupun antena ini dapat diset dengan optimal antara 144.5 - 145.5 MHZ. Diluar frek tsb memerlukan perlakuan khusus untuk settingnya. Sampai saat ini saya hanya punya 2 unit antena F23 keluaran sekitar tahun 90-an sebagai senjata lomba experimen antena Omnidirectional. Jadi anda melakukan langkah yg tepat memilih antena ini, walaupun antena jenis ini banyak diabaikan dikalangan amatir radio dan yg penting harga sangat terjangkau ( kurang dari 1 Juta rupiah) dengan kwalitas Build-up. Bila antena ini di-setting dengan benar dan tepat akan diperoleh kekuatan yg luar biasa dari antena ini. Namun sebagai bahan eksperimen tidaklah jelek anda mencoba merakit sendiri jenis antena ini....selamat berkarya...good luck friends.....

    BalasHapus
  56. Mas.. kalo antena FM vertikal 5/8 yang diatas bisa ditambahin jadi 2x atau 3x 5/8 ga? kalo bisa tolong caranya + loading coil atas dan bawahnya pake berapa lilit + ukuran kawatnya Sama tapnya buat vhf,
    Terima Kasih.

    BalasHapus
  57. Tentunya sangat bisa, baik itu 2x atau 3x 5/8 lamda. Cara yg paling mudah dengan menambahkan Loading coil atau pembalik phasa diatas radiator 5/8 pertama (paling bawah)kemudian dipasang radiator 5/8 ke 2 diatas pembalik phasa, dan seterusnya bisa sampai 3x atau lebih bila memungkinkan. Adapun panjang total pembalik phasa yg paling mudah diaplikasikan lebih kurang 1/4 lamda (kurang sedikit), bahan bisa dari alumunium pejal atau kawat yg kaku. Caranya, ukur 1/4 lamda dari frek yg dipergukan, kemudian lipat jadi dua. beres tinggal setting saya, baik loading koil, panjang radiator maupun pembalik phasanya....ok selamat mencoba..........

    BalasHapus
  58. wah wah sampe mataku pegel membacanya, padahal aku lagi cari bage mana caranya merubah antene yang bisa dijalur 82Mhz fm

    BalasHapus
  59. Anda bisa membayangkan antena 2m band jenis RingO, bagian bawah dekat radial ada loading coil berbentuk lingkaran yg terhubung dgn konektor. Kalo mau digunakan utk pemancar Fm panjang loading coilnya 1/4 lambda dari frek yg digunakan, trs naik keatas aluminium stiknya 5/8 lambda. Setelah itu ditambah loading coil lagi atau biasa disebut pembalik phasa dgn nilai 1/4 lambda. Pembalik phasa ini bentuknya bisa lingkaran spt pada RingO atau dilipat menyerupai "hidung petruk" spt antena RingO Rangers. Trs tambahkan aluminium setelah pembalik phasa dg panjang 5/8 lambda. Udah deh jadi...antena 2 x 5/8 lambda tinggal setting pake SWR.

    BalasHapus
  60. Nambah dikit buat pak Win...gmn kbr lama ga ikutan di blog pak Win dan buat abang Wedhus (bingung manggilnya....wakakakaka) sukses slalu.

    BalasHapus
  61. @broadcast:
    Alhamdulillah baik-baik aza, saling berbagi pengalaman bersama Pak Wedus G dan teman-teman lain..thanks alot

    BalasHapus
  62. salam kenal pak Win, sama-sama dari jombang nih.....

    BalasHapus
  63. makasih banyak ya mas win.. o ia, satu lagi... di skema kan pake konduktor 0,2 uHdan 0,12 uH. katanya untuk mengubah impedansi dari 380 ohm menjadi 50 ohm.saya sudah mencoba mencari di toko2 dan pusat2 penjualan komponen. tapi kok tidak ada ya mas. minta bantuannya ya mas,, gimana ci cara buat induktor dengan nilai segitu,c saya coba dengan teori kok nggak dapet2 ya... jumlah lilitannya selalu kurang dari satu. makasih sebelumnya ya mas. kalau bisa saya minta no contact mas. dikirim aja ke emal saya di dady.tresna@yahoo.com

    BalasHapus
  64. Mas kalo perangkatku 144mhz nyeplet ke tv gimana yah cara ngatasinnya, ato pake rangkaian apa di perangkat ato ditvnya.
    mohon pencerahannya Terima Kasih.

    BalasHapus
  65. Pemancar pabrikan nyeplet ke tv pasti ada sesuatu yang "berbeda" neh. betul seperti yang disampaikan, bisa dari sisi pemancarnya atau tvnya. kalau tv satu RT kena splet berarti pemancarnya/antenanya. kalau yang kena splet hanya satu TV mungkin dari sistem antena TV.
    Kalau power Pemancar lumayan besar ada kemungkinan bisa nyeplet ke telepon juga lho, saran saya dicek aja SWRnya. Atau mungkin juga pemancarnya pernah dioprek ( di adjust)
    thanks

    BalasHapus
  66. Tx branded/pabrikan bisa nyeplet di tv ada banyak faktor spt : filter tx yg sdh tdk bekerja dg baik,kabel transmisinya (coax) maupun antena yg matchingnya sdh berubah karena faktor alam spt kemasukkan air hujan yg bisa menyebabkan oksidasi/karat/kotor. Filter pada tuner maupun if TV yg sdh tdk bagus bisa jg terkena seplet, krn tdk mampu menapis atau memfilter frek harmonik dari perangkat pemancar lain yg bukan utk frek/band TV. Antena dan boster penerima TV yg sdh tdk bekerja sebagaimana mestinya, bisa menyebabkan TV keseplet. Contoh : TV yg sudah rusak filter tuner dan ifnya yg kebetulan rumahnya dipinggir jalan raya, ketika ada sepeda motor yg sistem pengapiannya msh menggunakan platina, pasti gambar di TV "bergoyang/bergaris-garis" krn kena imbas atau seplet yg ditimbulkan dari kerja platina di sepeda motor. Saran saya sebelum anda "menyalahkan" TV tetangga sebaiknya cek Tx dan antena menggunakan SWR. Juga lakukan servis antena spt membersihkan kotoran akibat oksidasi, koneksinya dll, secara berkala. Sehingga kesenangan anda tdk mengganggu kenyamanan orang lain. Mungkin pak Win bisa menambahi lagi? Terima kasih.....!

    BalasHapus
  67. oh iya makasih. maaf yah saya nanya terus, soalnya gimana lagi. mas kalo antena vertikal 5/8 yang di atas kalo memang swrnya 1:1 powernya berapa? saya mau coba bikin tapi untuk DIAMETER LILITAN dan SPASI LILITANnya ga ada keterangannya kalo boleh nanya lagi berapa? sementara antena yg saya gunakan saat ini bikin sendiri SLIMJIM frek 142mhz power 65watt swrnya 1:1 Terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus
  68. salam sejahtera
    oya baru baca yang atas pak win mengenai antene 2x5/8 modifikasi telex V2R yang di pasang di radio pendidikan jombang yang bikin work shop ksbfm kasembon. untuk loding V2R dari bahan teflon dan pipa 1.1/4 kita pesan teman yang ada di jkt .karena di kediri dan jombang pipa alumuniunya kurang bagus untuk kontruksi antenna . untuk pipa saya pakai tebal 2mm. loding megunakan kawat tembaga 4mm (jenis kabel NYA 4mm merk suprime) dikupas dan dilapisin perak 1 lapis.

    salam

    obt sembon

    BalasHapus
  69. @ Obt sembon:
    Oh ya beberapa tahun lalu saya lihat antenanya berubah-ubah, mulai V2R, kemudian dipole 4 bay dalam konfigurasi horisontal, kemudian model G7, dan yang terakhir single OMB 4 bay (menurut Mas Alek) di repeater wonosalam.
    thanks, happy blogging.

    BalasHapus
  70. Betul Antenna radio suara pendidikan jombang sekarang pakai antenna model omb stainless single ring 4 bays dan power pakai 600 watt running 400 watt,booster mosfet 2x blf 278 produk fortuna broadcast,lha wong yang buat team nya ada di sini,ha...ha...

    BalasHapus
  71. test boleh ikutan gak nih...?

    BalasHapus
  72. Perkenalkan saya Harli dari Bogor..
    Saya sering ngikutin obrolan disini, mau nimrung tapi malu, maklum amatir alias pemula..
    Saya ingin sedikit bertanya mkn lama2 jadi banyak, saya di rumah ada pemancar kecil pake exiter -+ 1 w, didorongkan 2sc1946 dan terakhir ngedrive c2782..alhasil output -+ 90-100w, dengan PS switching 50A 13,8V. standby di 90,3, tapi daya jangkau pancarannya kok dekat banget ya mas, saya pake antena bikinan sendiri (orang bilang namanya gamma match dipole antena 1 buah) RG8 15M dan ketinggian -+15m. 4-5 km daya pancar stabil, selebihnya agak ngeresek kaya kantong plastik.. Yg ditanya: apakah memang power 90-100w jangkauannya -+ segitu?? Orang bilang antenanya tidak match. Padahal yang saya pake power -+90-100 w swr 1,1. Mohon ide dan bantuan dari temen2. Sebelumnya saya haturkan terimakasih.
    Salam Hormat,

    Harli_Bogor

    BalasHapus
  73. @ Mas Heri:
    Iya mas heri, para pakar radio wilayah tengah selatan mulai muncul nih..beberapa waktu lalu saya juga merekomendasikan pemasangan radio komunitas di Probolinggo ke Mas Adhikara sby.. dan udah berhasil on air dengan baik.

    @ Harli:
    Secara detail tentu saja saya tak bisa menjelaskan secara sfesifik, tetapi secara umum jarak jangkau pancaran tergantung pada: 1. ketinggian antenna ( LOS ), 2. Gain antenna, 3. Pola radiasi antenna, 4. kondisi daerah yang di coverage (daerah industri/kota/tanah kering/subur).

    BalasHapus
  74. Jangkauan pancaran memang dipengaruhi banyak faktor diantaranya:
    - Matching antenna dan kabel
    - Jenis antenna dan kabel yang dipergunakan
    - Kepadatan pengguna frekuensi
    - Ketinggian antenna
    - Countur geografi daerah
    - Pemancar sudah 50 ohm betul apa belum dan sudah luruskah frekuensinya dari vco depan sampai booster penguat akhir,karena jangan jangan memancar di frekuensi dublernya,sebaiknya di frekuensi counter pertingkat dari vco sampai booster.
    Dari pengalaman saya laporan orang yang beli pemancar 100 watt dari saya berbeda beda jangkauannya,tapi minimal 10 km masih terdengar efektif bagus belum hawer hawer,waduh jadi promosi,he...he... saran saya ke mas Harli ganti antenna dengan model ring o 2x5/8 lambda gain 5 db,dan ditinggikan antennanya,kan kabel rg-8 murah mas yang iner tunggal saja baru cuma 8.000/meter

    BalasHapus
  75. om minta gambar antenna vertical 3 x 5/8 atau lebih dong kalau teori nga ada gambar agak gimana gituh...

    terimakasih om

    BalasHapus
  76. dotfm_kediri
    pak win,boleh minta alamat rumahnya gak? N klo boleh ane mw maen ke rumah pak win.mw nambah pengalaman mengenai pemancar fm. alamtnya bisa di smskan ke no 08170308080 ato bisa juga di http://dotfmkediri.blogspot.com

    BalasHapus
  77. 87.80MHZ


    mw nanya ma semua master fm yg lg ngeblog, umpama osc.pake veronica terus locknya pake tc9122 gmn?para master udah da yg pnh nyoba blm?kira2 bs gak?

    BalasHapus
  78. Kalau anda di kediri mau konsult tentang dunia rf main saja ke TAS FM kediri cari mas Eko/mr.Ucil,beliau juga salah satu team kami,thank's

    BalasHapus
  79. Antenna ring o 2x 5/8 lambda versiku:
    - loading ring bagian bawah panjang 1/4
    lambda
    - elemen stack pertama bawah panjang 3/4
    lambda
    - pembalik fasa dibuat hidung petruk biar
    mudah geser cari matchingnya panjang 3/8
    lambda
    - elemen stack kedua ujung atas panjang 5/8
    lambda
    - ground whip radial panjang 1/4 lambda
    Alasan loading 1/4 lambda panjang elemen atasnya 3/4 lambda adalah 1/4 + 3/4= 1 lambda 1 panjang gelombang,demikian juga pembalik fasa 3/8 lambda elemen diatasnya menggunakan 5/8 lambda adalah 3/8 + 5/8= 1 lambda 1 panjang gelombang,jangan lupa mengkalikan faktor kependekan (felocity faktor)jenis bahan 0,95 dan yang penting lagi semua tadi hanya pendekatan matching pakai teori yang bagus praktek langsung menggunakan alat swr/swr analyzer/site master
    Antenna jenis ini dengan runus ini sudah sering saya produksi hasilnya oke dan yang penting lagi telah menghasilkan uang juga ha...ha...,besuk kita bahas lagi antenna f-23 untuk 2 meter band biar bisa di geser dari frekuensi 145 MHz asli dari pabriknya Diamond,jangan hanya ngematch kabelnya saja,biar bisa untuk penthung penthung track vertikal tidak terus menjadi kamra tabik tuan brondol,wakaakkk... wakaakk
    salam YD3HR / JZ13HR

    BalasHapus
  80. Alam - Cikarang Bekasi 1079 NCFM
    Mau tanya nih ke para pakar semua hehehehe,, mengenai antena
    kebetulan sy main di frekw 1079FM dengan daya masih kecil 30w. Pakai antena 5/8..nah sy mau jus lagi ke 100w..kalo memakai antnea circular single ring...berapa buy yg hrs di pergunakan? Apakah cukup 2 buy sajakah?
    Trus kebetulan sy mau mencoba membuat antena circular tsb,,,,,kayanya sih susah nih....Tolong dong bantuannya Rekan2 yg sudah pernah membuat Ant.Circular Single ring. cara dan perhitungannya....
    matur nuwun kang......

    BalasHapus
  81. Antenna cycloida single ring mungkin bentuknya bagus tapi yang harus anda ingat gain penguatannya sangatlah rendah,kalau anda pakai power 100 watt saran saya pakai antenna ring o 2x5/8 saja gainnya 5db setara dengan 6 bay antenna cycloida single ring,kalau cycloida single ring 2 bay gainnya hanya -0,0db
    untuk membuat antenna cycloida single ring dasarnya adalah antenna dipole 1/2 panjang gelombang yang beresonansi pada band II fm yaitu 88MHz - 108MHz
    impedansi dari satu titik catu antenna (z) merupakan suatu impedansi yang bergantung pada frekuensi dimana antenna tersebut dipergunakan
    impedansi antenna tersebut pada umumnya dinyatakan dalam:
    z =r+jx
    dimana: z= impedansi di titik catu antenna
    r= tahanan antenna
    x reaktansi antenna = 2nf (c/l)
    dari rumus diatas dapat dinyatakan bahwa suatu antenna akan berimpedansi seperti yang direncanakan bila ditentukan frekuensi kerjanya,panjang elemen antenna,diameter batang antenna,elemen serta modelnya
    Pertama tama kita harus menghitung 1/2 panjang gelombang untuk frekuensi yang diinginkan
    c/f= panjang gelombang
    panjang gelombang x 1/2
    dimana c: konstanta kecepatan elektro
    magnetik (dalam m/detik)
    f: frekuensi dalam MHz
    sehingga dari perhitungan diatas didapat panjang total dipole 1/2 panjang gelombang di frekuensi yang diinginkan
    dari panjang total tadi di tekuk lingkaran jadi dua sehingga sistem pencatunya seimbang
    kemudian kedua ujung elemen tadi ditekuk keatas dan ke bawah 1/3 dari pajang total yang kita dapatkan tadi
    jadi intinya antenna cycloida single ring
    elemen yang ditekuk untuk polarisasi horisontal sisi kanan 2/3 dari panjang total dipole antenna,begitu juga untuk elemen yang ditekuk untuk polarisasi horisontal sisi kiri 2/3 dari panjang total dipole antenna
    untuk elemen yang ditekuk ke atas dan ke bawah untuk polarisasi pancaran vertikalnya masing masing 1/3 dari panjang total dipole antenna
    mungkin begitu tadi sedikit pengalaman yang bisa saya bagikan kepada teman teman pecinta rf mudah mudahan bermanfaat
    Matur thank you

    YD3HR / JZ13HR
    www.inacast-pemancar.com
    indonetwork.co.id/inacast_pemancar

    BalasHapus
  82. Salam sejahtera tuk semua rakan di milis ini

    Saya Dino di zero barat, saya sangat tertarik dengan ulasan para pakar di forum ini, sayang sekali pengetahuan saya tentang elektro sangatttt..minim.
    Selama ini saya memakai jasa rekan yg saya kenal difrekwensi (ada 10 kali) untuk meng"tune" perangkat antena yg saya miliki. Hasilnya jujur saja belum ada 1 pun yg mampu memaksimalkan perangkat saya tersebut. Tidak sedikit dana yg terbuang untuk memenuhi harapan saya.
    Saya memiliki perangkat antena V2R (saya beli baru katanya buatan amrik USA ) kabel 20 m belden 9913(ini kabel belden saya yg ke3, 2 terdahulu sdh dipotong2 tuk eksperimen para "amatir".

    Adakah rekan diforum ini yg sudi membantu memberikan rumus/cara perhitungan yang akurat untuk kabel saya yg ke3 ini?
    biar saya sendiri yg mengeksekusi berapa sebaiknya kabel ke3 ini saya potong.

    terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
  83. 5/8 yg bagus itu gimana ya? yang saya pake ini ndak pake lilitan ke ground. loadingnya cuma ke inner saja. hasil pancaran juga lumayan. bisa dipake bacok-bacokan di frek fm 78-88 MHz. selanjutnya saya mau bikin yg model telex doain semoga sukses.

    BalasHapus
  84. @ Baruno:
    selamat bereksperimen mas. Dengan loading coil yang ada "tap" nya menuju inner coaxial, salah satu ujung coil ke inner antenna, sedangkan ujung yang lainnya ke GROUND. Sistem ini disebut sistem DC Grounded, sebab jika diumpani tegangan DC atau diukur dengan ohm meter akan short/nge"ground".
    @ Djoko:
    coba lihat artikel di postingan "OBROLAN PEMANCAR FM" di blog ini juga.
    thanks

    BalasHapus
  85. pak saya mau tana saya seorang pelajar lagi membuat percobaan bersama temen2 membuat radio FM 0.25 watt P:S . kendala saya ini pada koker nya bisa beri penjelasan? apakah ada jual di pasaran ? dan gimana cara membuat lilitan jika yang diketahui hanya 0.12 uh mohon penjelasannya thx.

    BalasHapus
  86. hallo temen2, saya mau tanya nihc, kalo untuk antena peran dari tembaga kabel rg itu ap sihc???
    trus keunggulan rg58 dibanding rg 8 apaan sihc.....
    tolong bgt yahc.....
    pliezzz.............
    kalo ada referensi yang lengkap ke e-mailku aja yahc... (dimas_coy_76@yahoo.com)

    BalasHapus
  87. to :inacast dan pak Win

    Salam Hormat,
    Mau tanya lagi nih boss...
    Pemancar saya yang di rumah 100 W, setelah saya lepas connectornya menggunakan kabel RG8 inner bukan tunggal. Ada yang bilang RG8 inner tunggal lebih bagus, apa betul begitu???
    Pendapat inacast menyarankan ke saya untuk ganti antena 2x5/8 lambda dan rg8 kabel tunggal, untuk mendapatkan antena dimana nih??? terus kalau kabel jenis 9913 gmn kinerjanya bagus gak???

    Bogor 13 Maret 09

    Salam,

    Harli

    BalasHapus
  88. pak saya mau tana saya seorang pelajar lagi membuat percobaan bersama temen2 membuat radio FM 0.25 watt P:S . kendala saya ini pada koker nya bisa beri penjelasan? apakah ada jual di pasaran ? dan gimana cara membuat lilitan jika yang diketahui hanya 0,12 uh klo bisa rumusnya . mohon penjelasannya thx.

    from:Albert

    BalasHapus
  89. to:mas harli

    Kabel rg-8 lebih bagus yang iner tunggal karena losses nya kecil bila di bandingkan rg-8 yang biasa,belden 9913 juga menggunakan iner tunggal full tembaga kualitas lumayan bagus.
    Kalau mau cari antenna 2x5/8 ring-o untuk fm main dong ke:
    http://indonetwork.co.id/inacast_pemancar
    Matur thank you

    BalasHapus
  90. dicari G7 Asli USA 2nd
    dulkamdhi@yahoo.com

    BalasHapus
  91. kabel 9913/9914 bagus mana dengan kabel andrew CNT-150 kalau dipakai untuk pemancar 2meteran.
    Tank bos, www.rojali-142180.page.tl

    BalasHapus
  92. om win sekali-kali bahas mengenai modifikasi pewer supply komputer supaya bisa dipakai buat ngangkat linear sekitar 30watt dunk.

    BalasHapus
  93. Pak win tolong donk gambarnya ditampilkan yang antena 2x5/8 untuk FM jadi ga hanya teori thok bisa bisa malah ga jadi antenane? sebelume matur sembah nuwun

    BalasHapus
  94. Ikut lagi pak Win..... sekalian ukurane yang lengkap n jelas cara merakitnya antena 2x5/8. aku yakin teman-teman yang awam antena sangat n banyak yang membutuhkan. Hidup n salut buat pengguna Freq ......!!!

    BalasHapus
  95. @ Ragil:
    dari desain antena di atas, jika sudah betul-betul match pada frekuensi yang dikehendaki. Anda tinggal menggeser elemen GROUND PLANE 1/4 Lamda ke bawah sejauh sekitar 5/8 lamda, sampai didapatkan SWR terendah. Nah.. anda sekarang sudah punya antena 2X5/8 Lamda.
    thanks

    BalasHapus
  96. @pak win:
    pak saya mau tanya neh cara mengitung lilitan gimana yah?
    contoh nya saya mau membuat lilitan 0,12uH

    thx

    by albert

    BalasHapus
  97. saya sedang merintis radio. mas tolong hitungin rumus antenanya donk, saya pake 2x5/8, frekwensi 102.7 mhz. thanks

    BalasHapus
  98. eh sry maksudnya 5/8. o iya mas, emang apa bedanya 5/8 dengan 2x5/8

    BalasHapus
  99. @ Budak malingping:

    1X5/8 berarti panjang fisik antena sepanjang 5/8 lamda.

    sedangkan 2X5/8 berarti ada 2 elemen antena, masing-masing sepanjang 1 X 5/8 lamda yang disusun secara colinear( panjang fisiknya menjadi 2 kali dari 5/8 lamda ).
    thanks

    BalasHapus
  100. Mas yang mau tau cara modifikasi power supply switching biar mampu untuk beban 30 watt ke atas email anda apa? biar saya kasih tau via email saja,thank's

    BalasHapus
  101. pak win, saya pernah buat antena 5/8 lamda tp loding coilnya panas sehingga pvc nya lunak, kira2 yg bagus pake apa yg than panas.... thank pak win.

    BalasHapus
  102. pak heri boleh minta juga tuh cara modif ps switching, boleh kirim ke email: frans_mcdonal@yahoo.co.id
    thank pak heri

    BalasHapus
  103. TO mas Frans:
    Sudah saya email cara modifikasi switching komputer,thank's

    To wedus Gembel:
    Tak tunggu tantangannya lomba antenna vertikal 2 meter band tanggal 19 di malang,piala akan pindah ke trenggalek,wakakkk...kaakk...kaaakk...

    BalasHapus
  104. om inacast saya mau dong dikirimi cara modifikasi switching komputer sblmnya terima kasih. Kirim ke primada104fm@gmail.com

    BalasHapus
  105. To: primada
    sabar ya mas tak bernafas dulu banyak yang minta di email modifikasi power supply komputer dan konsultasi pemancar,padahal saya juga jual power supply switching ericsson 13,8 volt/50 ampere harga cuma 350 ribu bisa adjust 11 volt sampai 28 volt,power supply switching 13,8 volt/15 ampere harga 100 ribu,biar tidak usah pusing modifikasi power supply komputer lagi,nunut promosi pak Win,kaakkk...kaakkk...kekkk...gleegghhh...kleleken mosfet

    BalasHapus
  106. thank pak heri atas kirimannya, ohya saya lg butuh switching 30A 48v, kira2 harganya sekarang berapa ya, soalnya harga trafo biasa yg 30A murni udah gila2an, klo dulu trafo2 besar masih bisa digulung sendiri klo sekarang harga kawat email aja udah selangit, lagian klo untuk mosfet lebih bagus pake switching biar awet ya ga pak heri..?
    thank sebelumnya pak heri n pak win....

    BalasHapus
  107. Penggunaan power supply switching efisiensinya mencapai 70% karena tidak semua energi terbuang sia sia menjadi panas,untuk mas Frans harga power supply switching 30a/48v,merk powerware barunya 2 juta mampu di load sampai 900 watt,thank's

    BalasHapus
  108. pak win ato bapak2 yg lainnya.... klo buat antena vertical 5/8 lamda bagusnya pake kumis 4 atau 3 pak....?

    BalasHapus
  109. to rio:
    maksudnya kumis apa radial ground mas? kalau yang dimaksud bener itu sebaiknya pakai 4 karena pattern pancaran omni directional nya lebih merata
    kalau kumisnya banyak kan tambah ciamik dan dilirik tante tante,wakkaakk...kaakkk...kaakk...

    BalasHapus
  110. antena banyak macamnya, ana jadi bingung neh. o iya tapi tiap antena mempunyai gain yang berbeda, antena yang bagus itu yang gainnya kecil atau yang besar? antena apa yang gainnya paling kecil? dan antena apa yang gainnya paling besar?

    BalasHapus
  111. ana konidin ??? slapa yang ditanyain nich ??? mungkin ada keturunan arab yang mau jawab ???

    BalasHapus
  112. waduh...! iya. siapa yang ana tanya yach?! jadi bingung.

    BalasHapus
  113. @ Budak Malingping:

    Penguatan antenna sesungguhnya adalah penguatan relatif. Maksudnya, relatif terhadap penguatan antena referensi/acuan kadang juga disebut antena Isotropis. sedangkan antena acuan itu bisanya adalah antena groundplane 1/4 lamda, dianggap gain = 0 dB.
    Dalam hal ini gain antena dinotasikan dalam dBi, Namun ada juga yang menggunakan referensi antenna dipole 1/2 lamda, dan ini dinotasikan dalam dBd.

    Suatu contoh ada antena dengan gain -3dBi ( minus 3 dBi), artinya antena ini mempunyai penguatan lebih kecil dibanding antena groundplane, dengan faktor perbandingan sebesar 3 dB.

    namun ada juga antena dengan gain sampai 24 dbi ( contoh antena GRID 2,4 GHz ).

    Gain antena sangat dipengaruhi oleh: desain dasar antena, ada sistem Collinear, ada yagi, ada juga parabolic, dan lain-lain.
    Banyak sekali desain antena di Internet, rajin-rajinlah "searching" tentang sistem Antena, anda akan menemukan berbagai macam desain antena beserta gain yang dimilikinya.

    thanks,

    BalasHapus
  114. mantap2 ilmunya,sbenarny saya ingin sekali dpt ilmu antena 2x5/8.saya tunggu infonya...
    Terimakasih.. ;]
    keconsip@gmail.com

    BalasHapus
  115. Coba dibaca lagi ulasan tentang ant 2 x 5/8 di blog ini dan perhatikan baik baik semua ulasan dari pak Win maupun rekan rekan yg lain.Hampir semua mengulas dgn baik cara membuat antena vertikal 2 x 5/8

    BalasHapus
  116. to Pak Heri Inacast dan pak Win

    Maaf, mau tanya lagi nih..
    Kalau booster fm pake pallet blf 278 yang sering di promosikan di internet itu kualitas dan kekuatannya gmn, dapat dipertanggung jawabjan gak bosss??? (maksudnya termasuk awet gak) banyak orang bilang pallet tsb mengeluarkan panas yang berlebihan, apa betul demikian...?
    Keduanya untuk pak Heri Pallet tsb butuh teg 48V... berapa ampere yah??? saya cari switcing yg 48 V dg ampere yang mumpuni, harganya sangat luar biasa...Selain power ware ada yang lain yg harganya miring gak bosss ??? Udah dulu deh biar jawabnya gak pusing.


    Salam Hormat,

    Harli di Bogor

    BalasHapus
  117. to: mas Harli
    Saya mewakili om Heri Inacast karena beliau pasti jarang buka internet karena lagi sibuk mungkin lagi pasang pemancar di pedalaman hanya di temani si raja hutan HAUM....kakkk...kaakkk...kakkk...
    sekarang konferensi meja lonjong kita mulai,palet 300 watt dengan mosfet blf 278 menurut saya aman,dengan kita memperhatikan tegangan bias input gate tidak lebih dari 2,5 volt,power input tidak lebih dari 3 watt,heatsink harus memadai minimal 30 cm x 10 cm dengan sirip full,fan menggunakan high speed 2 pcs yang 1 meniup yang 1 laginya menghisap
    untuk tegangan palet 300 watt pakai mosfet blf 278 yg safety 48 volt kebutuhan ampere sekitar 8,5 ampere
    untuk power supply switching yang murah coba saja pakai switching ericsson dikeluarkan 24 volt di seri,jadi output tegangannya 48 volt dan bentuknya kalau dimasukkan box bell m-900 masih cukup
    konferensi meja lonjong ditutup dok...dok...dok... matur thank you

    BalasHapus
  118. maaf pak win, mau nanya nih...
    untuk antena 5/8 loding coilnya bagusnya yg gmn pak, dililit ke isolator pvc atau di bikin seperti antena ring o, soalnya saya bikin 5/8 loding coilnya panas sehingga pvcnya lumer, maaf pak saya pemula, thank atas jawabannya

    BalasHapus
  119. to: mas andra
    sebenarnya 2 loading jenis itu fungsinya sama untuk mencari impedansi yang tepat 50 ohm,kalaupun anda memilih loading dililit ke koker,sebaiknya pilih bahan yang tahan panas seperti teflon (bukan wajan penggorengan telor,wakakkk...kakkkk...) atau novotex,tapi kalau saya suka loading yang di buat seperti loading antenna ring o,karena inti udara tahan panas dan geser gesernya titik feed point gampang,lagian kalau turun hujan deras tidak terjadi short antara lilitan atas dengan lilitan bawahnya,karena spasi lilitan kalau ditempati air bisa mengakibatkan short,matur thank you
    mungkin bisa ditambahkan oleh teman teman yang lain

    BalasHapus
  120. @ Mas andra:
    PVC adalah pilihan terburuk untuk RF, sebaiknya seperti yang dikatakan Mbahe: pakai saja PTFE/teflon, namun di daerah agak sulit carinya. atau model seperti Ring-O, lebih mudah meng"adjust" nya.
    thanks

    BalasHapus
  121. thank mbahe fm sama pak win tentang penjelasannya, kmrn saya coba berdasarkan gambar diatas, saya coba naikan 60watt, cuma setengah hari sudah lumer pvcnya, sekali lg thank bapak2 atas ilmunya...

    BalasHapus
  122. to mas andra and the backbone
    thank to you too ....

    BalasHapus
  123. Pak Win menggeser elemen GROUND PLANE 1/4 Lamda ke bawah sejauh sekitar 5/8 lamda tu brarti panjange 2x 5/8,terus untuk memisahkane or spasinya ad ga?matur sembah nuwun sakderengipun

    BalasHapus
  124. ass slam knal buat pak win..!! langsung jah mo tanya nih oz pak bagusan mana antara antena ground plene,ring o,dan daipul, jika kita menginginkan pancaran melingkar dan jangkauanya luas, trus itung2anya gimana pak???? trus kabel yang digunakan ada pengaruhnya ato tidak?? oza pak tanya lagi...!! hehehe bolak balik tanya !! oza kalo audio nya pemancar di besarkan kok suaranya jadi hancur ntu gimana pak?? padahal dah pake tone control!!??
    yah gitu ja pak barang kali bisa menberi sedikit gambaran buat eksperimen saya!!!
    hehehehe
    slam kenal dari tuban...!!

    BalasHapus
  125. Salam kenal..... saya newbe dalam hal radio kebetulan ada yang kasih satu set perangkat radio dgn antena G7, barangkali temen temen ada yg bisa kasih tau skema/diagram dari antena g7 saya mohon bantuannya.. sebab antenanya dalam keadaan rusak (sudah terbuka semuanya)

    BalasHapus
  126. bener ilmu pengetahuan ,...
    salam kenal semua ,..saya mau nanya nih untuk om win dan om wedus gembel,
    sebenrnya dalam antenna vertical apakah arus positif dan negative nya dipertemukan/ di gandeng apa tidak yah?krn kalo lihat di gambar atas kok kayaknya nyambung yah...
    terima kasih dan salam hormat selalu

    BalasHapus
  127. DARGOMBES_14.452 MHZ WEY...DIMANA KEBERADAAN REBO JOMBANG TUBE GS 17B GIMANA KBRE....???? UANG UDAH MASUK 2 TAUN BARANGE NDAK ADA.....PELU DI MEJA HIJAUKAN TAH......GAK PROFESIONAL NGEDABRUS THUOOOK.....

    BalasHapus
  128. @ sc835dirgantara:
    Antena di atas menggunakan sistem DC GROUNDED.
    Secara DC memang SHORT ( hubung singkat ), tetapi jika diumpani dengan Sinyal RF/frekuensi tinggi, antenna akan mempunyai Impedansi kira-kira sekitar 50 OHM. Jadi jangan kuatir.
    terimakasih kunjungannya

    BalasHapus
  129. pak win , umpama antena vertikal 5/8 nggak pake sistem dc grounded bisa nggak ya

    BalasHapus
  130. boss pengen ikut nimbrung tapi yang ada jadi mumet neh maklum masih amatiran.eh bisa minta tolong gk??? kirimin skema lengkap pemancar fm 300 watt lengkap dengan penunjang lainnya termasuk antena dan psu mohon di kirim ke e-mailku (wempy.gratez@yahoo.com) ini postingan bagus banget bisa nambah wawasan tentang pemancar dsb maju terus kang dan sukses selalu wasalam wempy di garut/bungbulang tepatnya

    BalasHapus
  131. sebelum dan sesudahnya saya ucapin terimakasih banyak bwt pak win !!!!!!

    BalasHapus
  132. pak.aku tito dari lampung. mbok aku di kasih gambar antenna ringo. ukuran-ukuran stiknya, dll. aku mau pasang buat ngebrik di frek. 141.330 Mhz. tapi gak tahu ukuran per stiknya seberapa panjang.soalnya aku dapet antenna itu dalam keadaan diikat rapi tanpa tanda coretan apa-apa. please.....

    BalasHapus
  133. Cobalah dibaca lagi komentar/ulasan dari rekan rekan yg disini, banyak sekali ulasan tentang antena baik rumus panjang gelombang antena utk mendapatkan ukuran stik antena. Itu bisa diterapkan di antena yg kita gunakan.

    BalasHapus
  134. ngedip trap antena resonansi,,
    ada yang bisa memberikan penjelasan tentang menggunakan dip meter buat ngedip antenna yang di trap (panjang antena di per pendek dengan lilitan) gimana caranya..contoh pada frekuensi 3,5 MHz..ditunggu pemcerahannya tq..

    BalasHapus
  135. http://www.dxzone.com/catalog/Antennas/Traps/

    coba di baca-baca web diatas...

    thanks

    BalasHapus
  136. Am@r - cirebon12 Juli 2009 17.21

    Maaf sebelumnya kl tulisan saya agak aneh,
    karena pengetahuan saya yg minim.
    Apakah antenna vertikal 2X 5/8 lamda hy gain
    bisa dipasang 2 antena untuk 1 pemancar . maksudnya sih untuk mendapatkan gain antena yg lebih?
    mohon penjelasannya.

    BalasHapus
  137. Salam kenal semua
    Saya mempunyai antna telex yang ingin saya ubah jadi antena FM. Ada yang bisa bantu rumus beserta gambarnya ga??
    Maklum saya masih awam dan bingung..
    Trims.
    Tolong e-mail ke :
    muxien28@yahoo.com

    BalasHapus
  138. Telex yg biasa bekerja ato digunakan utk frek 2m band adalah jenis ant 2 x 5/8 lambda. Utk merubah ke frek 88 ~ 108 Mhz, silahkan dibaca kembali uraian pak Win maupun rekan~rekan yg disini tentang ant 2 x 5/8 lambda. Ada rumusnya juga kok!

    BalasHapus
  139. @ Bonnie:
    Udah lama Bang nggak comment nih. Makasih deh telah muncul lagi..bravo homebrewer..

    BalasHapus
  140. Iya pak Win.....mudah~mudahan kabar baik utk pak Win dan rekan~rekan. Bravo Homebrewer!

    BalasHapus
  141. Hallo apa kabar semuanya....

    BalasHapus
  142. Pak Win aq Adib dri ponorogo boleh nggak Pak Win minta skema SWRnya yang sederhana ja bwat pemancar 30Wattan.please...
    Tolong dikirim ke email saya Y Pak,,
    email:adib_aa@ymail.com
    Terima kasih......

    BalasHapus
  143. pak win..kenapa ga pernah ada yang bisa membuat skema+rumus untuk membuat antena 3 x 5/8 lamda mirip G7..? yang ada hanya teori melulu...padahal inikan hal yang mudah buat pakar yang ada disini.
    harusnya ada yang mampu buat rincian antena mirip G7 itu..misalnya :
    1. dimulai dari loding bawah (diameter koker,jumlah lilitan,panjang lilitan,diameter kawat lilitan dll)
    2. diameter+panjang potongan pertama dst
    3. spul pembalik fasa pertama (diameter lilitan,jumlahlilitan,panjang,lilitan,diameter kawat lilitan dst)
    4. dan seterusnya sampai selesai keujung antena mirip G7 atau antena contekan G7.jadi bukan teori melulu kyk yang sudah2.
    ditunggu respons dari propesor antena yang asli...

    BalasHapus
  144. salam kenal para master mo tanya nech.. lo antena dikasih power kecil match dikasih power besar langsung ngak match itu yang harus dirubah apanya bos antenanya pa harus ngedip kabelnya lge aq pakek antena telex kbelnya rg8

    BalasHapus
  145. pak win dan semua pakar antena yang terhormat...
    aku merencanakan sebuah eksperimen untuk ngoprek antena V2R pada frek.144 mhz. kepada para ahli antena yg ada disini kiranya bisa membantu aku dalam eksperimen ini, atas bantuannya diucapkan terima kasih.
    langkah eksperimen yg akan ku lakukan sbb :

    1. Antena V2R yg ada dibiarkan standar hanya dilakukan setting pada frek.144 mhz (maching prosses)

    2. pada ujung antena V2R diatas akan kutambahkan 2x5/8 lamda dengan perantara lilitan/loading coil (pembalik fasa)disetiap penambahan 1x5/8 lamda tersebut,dengan demikian ku harap antena V2R ini akan menjadi sebuah antena 4x5/8 lamda terhadap frek.144 mhz.

    3.perencanaan lilitan loading coil (pembalik fhasa)untuk setiap penambahan 1x5/8 lamda dimaksud adalah sbb :

    a. Kawat email yang dipergunakan adalah 1,2mm
    b. diameter loading coil 6mm (berinti udara)
    c. Panjang lilitan 52 cm
    d. Induktansi lilitan adalah = 0,8352226 uh pada 144mhz
    e. Z lilitan adalah = 755 ohm pada 144 mhz
    f. loading coil ini akan ku kemas dengan pipa paralon (design na mirip dengan punya G7)

    menurut analisa pak win dan para pakar antena disini, apakah eksperimen yang akan aku kerjakan ini sudah benar menurut standar perhitungan teknis pembuatan sebuah antena???

    jika ada yang akan memberikan detail yg lebih benar dari hal diatas,aku sangat berterimakasih,sebab menurut ku untuk membuat sebuah lilitan pembalik fasa yang ideal sangatlah sulit karena resonansi loading coil dan faktor penguatannya (Q)terhadap frekuwensi kerjanya harus benar-benar siiiiip....

    pak win dan semua pakar antena yang baik hati,aku sangat membutuhkan rincian teknis, saran dan kritik membangun demi keberhasilan eksperimen ini dan untuk semua ini sudilah kiranya mengirimkan ke email ku di :

    dedi.1973@yahoo.com (Dedi Irawan - medan - sumut)

    BalasHapus
  146. :) membuat antenna bukan hanya mengejar besar gain tapi sudut pancarnya juga harus di perhatikan,kalau hal itu tidak kita perhatikan pancaran kita sudutnya terlalu runcing naik ke atas,akhirnya patternnya naik ke langit ke tujuh ketemu UFO,he...he...

    BalasHapus
  147. Klo pola pancaran Antenna udah dr dulu yang gitu2 aja mas.

    Klo pengen lokal aja ya bikin aja telek.

    Kalo pengen power kecil (dibawah 300 W) bisa tembus luar kota dengan bagus ya pake aja G7, Ring O ranger, atau Hustler, atau kombinasi Ring O sama Hustler.

    Klo Punya Power besar, coverage pengen merata bagus ya gunakan Sierra, OMB, dan kawan2nya 6 ato 8 Bay gitcuuu...

    Tapi harus diingat suatu Station Radio pasti punya titik nol ( Blank Spot ), dan itu hanya bisa diatasi dengan Pergeseran Posisi Antenna ato klo ga gitu ya Arah Antenna ( klo polarisasi Semi Horizontal seperti Sierra) bisa di ubah arah coveragenya.

    So klo bikin Antenna udah ada pilihan karaktek masing2. tinggal pilih mana yang sesuai dengan kebutuhan. ga perlu bingung bingung setting Antenna G7 dengan Karakter seperti Sierra misalnya, ya ga bisa klo caranya seperti itu.

    Ga beda Manusia punya sifat/karakter yang tidak bisa di ubah, Bapak & Ibu'nya Cerewet pengen anaknya diem, yang sampe ubanan ga bakal bisa. Nyalahin Takdir itu namanya.

    BalasHapus
  148. Pak Win, Om Wedus Gembel atau Pak Alek kemana ya? koq udah jarang muncul?
    Bisa saya minta email beliau?
    Oya, saya ada beberapa pertanyaan menyangkut 2 mtr-an:
    1. Saya menggunakan Icom 2200, Kalau kita ukur pake dummy load maka powernya menunjukan 65 watt. Tetapi apabila kita pasangkan ke antenna, maka power yg terukur jadi bisa sampai 69-70 watt. Apa artinya? apakah baik atau tidak antenna tersebut?
    Bagaimana cara untuk merubahnya untuk menjadi 65 watt (kalau itu memang tidak bagus)

    2. Apabila antenna G7-144 dibagi-bagi per bagian, yaitu lower, middle, dan upper, maka kalo kita main di 144Mhz menjadi lower=121.28cm, mid=117.47cm dan upper=123.19cm. Pertanyaannya adalah bagaimana pembagian Lambda-nya padahal kan 1 lambda = 300/144 = 2.08m

    3. Pada instruction manual G7-144, diberitahukan cara adjust antenna pada freq tertentu, yaitu dgn cara menggesr terlebih dahulu radiator bawah sambil memperhatikan "Reflected Power", nah koq reflected power dan bukannya SWR?

    4. Setelah saya coba antenna G7 tersebut dgn menggunakan SWR Diamond SX-200, didapat dua settingan.
    Pertama, dengan "Full Calibrate" ( memutar knob "CAL" sampai mentok) dan jarum tidak bergerak
    Kedua, dengan "Normal Calibrate" ( sampai nilai max Cal)
    Mana yang benar? apa beda kedua cara tersebut? tentunya pada hasil pancaran.

    Terima kasih sebelumnya pada semua rekan-2 yang bersedia melowongkan waktunya untuk menerangkan masalah-2 diatas.

    Mohon penjelasannya

    m1chaelgerardo@yahoo.com

    BalasHapus
  149. to mas primada
    cara modifikasi switching komputer sudah saya email
    thank's

    BalasHapus
  150. @Inacast : Maaf boss, rumusnya reaktansi saya kira yang sampean sebutkan diatas kurang benar, reaktansi ada 2, reaktansi capasitive ( rumusnya Xc =1/(WC)bisa dibaca seper OMEGA C (Capasitive), bisa ditulis =1/(2nf*C )

    Untuk yang satunya adalah reaktansi Induktive, rumusnya adalah XL= bisa dibaca OMEGA L (Induktive), atau bisa ditulis, XL= 2nF*L.

    Kalo pada antenna reaktansi yang di maksud adalah gabungan keduanya atau biasa di tulis Xs= XL+Xc.

    Semoga bermanfaat.

    Ooiya Btw terima kasih untuk Pembenahan radio RAPENDIK Jombang 90.20 MHz, harmonisa di 78.4 MHz udah lenyapp.

    My Best Regard

    BalasHapus
  151. @ My Good Friend:
    mungkin rumus gabungan XL dan XC (Xs atau z)kalau kita lihat teori listrik seingat saya :

    Z = akar dari(kuadrat (XL - XC) + kuadrat R )

    R adalah resistip murni. dimana arah vektor XL dan XC saling berlawanan 180 derajat.

    Sedangkan Antena secara listrik adalah gabungan dari ketiga komponen tadi. Jadi antena kadang-kadang bisa terlalu induktif atau Capasitip. makanya kita perlu meng"adjust" antena agar didapatkan impedansi yang dikehendaki.
    trmkasih

    BalasHapus
  152. Betul bozz, pada rangkaian inductive (tanpa RC), arus akan lagging, pada kondisi ini, jika kita gambarkan bentuk sinusoidal wavenya, kita akan mendapatkan bahwa arus tertinggal 90 derajat.

    Sedangkan pada kondisi rangkaian capasitive (tanpa RL), arus akan leading, jika kita gambarkan bentuk sinusoidal wavenya kita akan mendapatkan bahwa arus mendahului sebesar 90 derajat, kebalikan dari kondisi rangkaian inductive.

    Akan tetapi pada antenna yang kita gunakan, rangkaian sudah terdiri RLC, yang merupakan
    kombinasi dari komponen pembentuk impedansi, maka sudut yang terbentuk akan tergantung nilai dari R, XL dan Xc.

    Ada beberapa kondisi, jika rangkaian impedansi bersifat capasitive rumus Sudut yang terbentuk= Arc tan (XC-XL)/R, ini jika rangkaian
    RLC dirangkai secara seri, pada kondisi ini nilai Xc>XL, Pada kondisi pararel sudut yang terbentuk adalah = Arc tan R(Xc-XL)/(Xc*XL)

    Kemudian untuk rangkaian impedansi bersifat Inductive, rumus sudut yang terbentuk adalah= Arc tan (XL-Xc)/R, sama seperti sebelumnya rumus ini adalah untuk rangkaian seri RLC, Pada kondisi ini nilai XL>Xc, Pada kondisi rangkaian pararel sudut yang terbentuk adalah = Arc tan R(Xc-XL)/(Xc*XL).

    Nilai cosinus sudut sudut yang terbentuk tersebut adalah biasa di sebut Power Factor, yang pada sistem kelistrikan sangat dijaga kondisinya pada minimal 0.85 (Pada Industri, lain hal dengan perumahan), karena jika tidak akan memakan/ngambil Reactive Power, dari sumber pembangkit, sehingga untuk kompensasinya harus ada kapasitor.

    Akan tetapi pemasangan kapasitor juga harus diperhatikan apakah terdapat power electronic yang bisa menimbulkan yang namanya masalah yang sering muncul yang di sebut HARMONISA/FREKUENSI KELIPATAN DARI FREKUENSI DASAR. Inilah yang harus di cegah. sehingga kapasitor yang harus di pasang didesign sebagai FILTER sekaligus sebagai kompensator. duit lagi hohooo... hiks hiks...

    Akan tetapi untuk penggambaran sinusoidal wave diatas hanya bisa pada sistem kelistrikan PLN, yaitu dengan standard frekuensi 50 Hz.

    Karena akan terlalu sempit jika kita menggambarkan gelombang pada frekuensi carrier pada band FM. frekuensinya bozz... tinggi bangget, untuk periode yang kita dapatkan bs kita bayangkan sendiri yaitu T=1/F, katakanlah frek 100 MHz. berapa 1 dibagi 100.000.000. jadi satu periodenya adalah 0,00000001 second. terlalu sempit kalo kita liat secara kasat mata. pembesaran pada oscilloscope pun akan kabur.

    Sehingga kesimpulannya betul pak win, untuk mendapatkan impedansi 50 ohm, yang diadjust antennanya agar diperoleh reflected power yang null.

    Sehingga tidak ada power kita yang terbuang sia sia jadi panas alias losses.

    Demikian semoga basicly bisa nambah sedikit wawasan para homebrewer, biar imbang antara teori & praktiknya.


    Regard

    BalasHapus
  153. Oiya nambahkan, perlu di ketahui bahwa Xs bukan atau tidak sama dengan Z, Xs adalah reaktansi Sinkron, Tanpa mengandung nilai tahanan murni R, sedangkan Z adalah Impedansi, yang komponen pembentuknya RLC, jadi berbeda..

    Regard

    BalasHapus
  154. Moedzy JZ13MKL27 Oktober 2009 10.52

    Salam buat temen2 yang penasaran dengan antena Hustler G7 144 MHz.

    Ada beberapa yang menanyakan rincian / konstruksi dari antena hustler G7, tapi sampai saat ini belum ada yang bersedia untuk membahas dan membedahnya.

    Kenapa ?

    Karena kalo antena jenis ini di bedah secara gamblang sampai tuntas berikut disertai gambarnya, maka akan ada banyak yang bisa membuat antena 3 X 5/8 lambda contekan G7 tersebut.

    Kalo itu terjadi ?

    Maka para pembuat antena jenis ini akan sepi order, karena sudah banyak yang bisa bikin sendiri.

    Nah,.... Begitu kira-kira permasalahannya.
    Kenapa para pakar antena tidak mau membahasnya di sini.

    Mujianto
    > Jember

    BalasHapus
  155. Kata siapa ga ada yg berani bedah antena Hustler?

    Banyak yg upload dan pembuatan antena G7 Hustler di situs/blog/forum/millist Amatir Radio maupun RAPI.

    Browsingnya aja ga teliti.

    Regards.

    BalasHapus
  156. Moedzy JZ13MKL28 Oktober 2009 07.54

    @ LUE

    Dimana mas !!!
    Saya dah cari di Millis RAPI tidak ada, di situs Rapi Nusantara Net tidak ada, di situs orari juga tidak ada, apa lagi kalo nanya ke mbah google wah diajak muter muter jadi pusing saya.

    Kalo memang ada dimana ? kasih tahu aja linknya langsung. OK.

    Trims......

    BalasHapus
  157. Pak Win dan rekan2 yg baik..
    Bagaimana caranya mendirikan radio komunitas, prosedur & perijinannya? Apakah dari radio komunitas bisa beralih ke komersial? bila bisa bagaimana dung caranya? Semoga rekan2 bisa membantu.
    Trims..

    BalasHapus
  158. Lom bisa nemu? CK....ck...ck...!

    Regards

    YD2LUE/JZ11NQC

    BalasHapus
  159. Moedzy JZ13MKL29 Oktober 2009 03.17

    Mas WIN and all off you....

    TANYA :
    Antena pengarah vertikal seperti chustcraf 13B2 / 26B2, apakah antara elemen, driven terhubung atau konek dengan Boomnya atau tidak (diberi isolator).

    Terimakasih atas bantuannya..

    BalasHapus
  160. yang penasaran skema f23 silakan cari sama mbah google dgn kata kunci:diamond f23-3x5/8 fali 145mhz

    BalasHapus
  161. pakwin and rekan2 ygbaik aq dr kra solo slm knal yg namanya 5/8 lamda itu kan panjang iner nya klu ngitung pj groudya gimana?tolong penjelasan. sebelumnya trims.

    BalasHapus
  162. aku thiwul rodhes salut ma rekan2 ilmuwan indonesia sygnya pemerintah tak menanggapi profesor2 indonesia khususnya di dunia elektronika

    BalasHapus
  163. pak win and rekan2 yg buaik tolong dong mbahas
    pemancar 3meter band disistem 2meter band jadi nggak usah serobit rhooooodes gitu lho.?sebelumnya tanks.

    BalasHapus
  164. InsyaAllah masalah transceiver bisa kita bahas, namun karena keterbatasan waktu, mungkin baru bisa blok diagram dan prinsip dasarnya saja.

    intinya jika membangun transceiver adalah: bahwa menggunakan sebuah VFO yang dipakai waktu transmit dan receiv. jadi VFO on terus-menerus.

    di sini tentu saja memerlukan mixer dan bandpass filter.

    doakan saja..agar tetap sehat sehingga punya kekuatan untuk melawan rasa kantuk dan lelah, sehabis kerja seharian..
    tks,
    i love you...homebrewer

    BalasHapus
  165. Tolong saranya pak win. Saya punya radio tm271, antena diamond sg2000 mau pasang di mobil, conector amphenol, kabel rg8 panjang 3,55 meter kira2 perlu di set ndak antena utk frekwensi tertentu misal 143.450 kan sayang kalo hrs di potong antenanya.

    BalasHapus
  166. Diamond model SG2000 (144mhz) antenna ini mempunyai bandwidth...biasanya 3mhz masih 1:1 untuk swr...kalau di frek. 143.450mhz masih tidak match,, ya baiknya di match lagi.. akan tetapi diamond sg2000 masih ok di frek 143.450...masih enteng untuk frek itu..alias masih ok ok saja di frek.143.450.....
    salam 51 55
    http://radiodantvtransmitter.blogspot.com/

    BalasHapus
  167. 51.55 mas 10.2 selalu makasih udah ngasih komentar. Saya mau ganti kabel andrew heliax ldf6-50a loss nya lebih kecil dibanding balden 9913 rg8 yg di pakai di mobil skrg. Kira-kira berapa harga 1 mtr di jakarta sementara saya di padang mas.

    BalasHapus
  168. wah manteb nih mau beli Andrew LDF6-50A 1-1/4" Foam Cable. untuk harga belum ngecek lagi...diatas 100rban. kalau yg 7/8" sekitar 60rban.
    Padangnya mana nih?..rencana mau ke padang juga

    BalasHapus
  169. Mahal juga ya mas kayaknya yg 7/8" aja deh lagian nggak terlalu panjang paling 3-4 mtr saya kira cukup. Saya di kota padang mas di mata air emang kapan mau ke padang mau tahun baruan ya.

    BalasHapus
  170. mendingan pake 2xj match,manyosss

    BalasHapus
  171. Heliax 7/8 harga 40 ribu / meter

    BalasHapus
  172. 7/8" butuh 3-4 meter mau dipasang dimana? kl di mobil ya kegedean hehehe..belum jelas nih kapan ke sana. maunya secepatnya, biasa menungggu keputusan dari menkominfo soal tv berjaringan..

    BalasHapus
  173. kontek bos, salam knal
    q briker kcil2an lokal lamongan yg pakai antena open dipole, skrg pengen gnti antena 5/8 bos
    1.antena 5/8 panjang elmen iner & groundx brapa kalau maen di 84 mhz?
    2.yang paling bagus pakai berapa elemen untuk groundnya?
    3.apa harus di kasi lilitan pada iner yang di atas ground? kalau iya, brapa lilit yang bagus?

    BalasHapus
  174. pak win and rekan2 yg buaik tolong dong bahas antena pengarah yagi yg buagus jarak reflektor and direktor penghitunganya gimana rumusnya gimana sebelum ya trims.hehe

    BalasHapus
  175. mas win dan rekan2 mohon informasi yang benar.

    saya baru membeli kabel LMR-400 menurut datasheetnya kabel ini lebih baik dari pada Belden 9913, karena Velocitynya 85 sedangkan 9913 hanya 84 dan juga lossesnya juga lebih baik.

    tapi setelah di cek dengan analizer mfj velocitynya nggak sampek 85%. apakah ini yang palsu atau jenis yang lain, informasi untuk innernya dari bahan sejenis alumunium yang terbungkus tembaga mirip kabel Ericsson.

    trims atas pencerahannya.

    BalasHapus
  176. pakwin an rekan 2 yg buaiik tolong dong yaginya rumusnya tak tunggu lhoooo.?

    BalasHapus
  177. mas win dan rekan2, gmn se cara paling mudah mengetahui antena itu match atau tidak, mohon infonya,,, thanks

    BalasHapus
  178. ENDI REK RUMUUSE YAGI REEK AREK22

    BalasHapus
  179. Assalamualaikum.
    Pak Win saya mau bikin Radio Fm yang di jalur 88.00 kebawah biar tidak menggaggu jalur Radio resmi....
    kalau enggak salah namanya itu Radi Fm Brig.... saya ada di kediri jawa timur.... boleh maen kerumah pak win?
    saya boleh dikasih skema rangkaiannya....
    saya sudah punya Radio Fm Brig pake Panel C1970 itu cuman bisa jarak 100km
    toloong bantu saya ya,,,, buat semua aja dech....
    No. Hp. 085716488575
    Email. Gensya@ymail.com
    Wassalamualaikum

    BalasHapus
  180. maen aja gpp, smbil bwa ingkung ntar ya. pake 70 aja ntr uda bisa nyampe madura.

    BalasHapus
  181. pak win, saya punya transistor c 2904 itu berapa watt, dan frekwensi kerjanya di mana, apa juga bisa digunakan di frekwensi 88-108MHz?

    BalasHapus
  182. 2SC2904 General Spec. :

    Pi = 7 Watt
    Po = 100 Watt
    Vcc = 12.5 Vdc or 15 Vdc
    Frek = 30 MHz
    Bisa di 87.5 s/d 108 MHz ? = Bisa,

    Jawaban yang lengkap kan :)

    BalasHapus
  183. tupixxx

    salam
    pak win, pada gambar itu loadingnya di hubungkan ke ground juga ya...
    terus iner dari konektor di sambung dimananya?
    masih bingung nih pak...
    mohon pencerahannya
    salam...

    BalasHapus
  184. Salam
    Pak win tlg kasih tahu yg paling pas utk pemancar fm 30w-150w menggunakan antena jenis apa,kami mengganakan kabel rg8 9914 panjang 30m gmn cara ngedipnya untuk freq 107.5 mhz.trimakasih sebelumya,,

    BalasHapus
  185. o,2 uH itu = berapa lilit...??

    BalasHapus
  186. 0,12 uH, 0,2 uH, 0,085 uH, 0,04 uH, 0,1 uH
    0,2 uH ferrite bead itu = berapa lilit..???

    BalasHapus
  187. Mas Win aq tmennya awie YC3FTX, aq lg eksperimen bikin exciter fm 1 watt dgn osilator PLL dari modulator fm yg biasanya dipasang di mobil,mas win pnh nyoba ga? kira2 transistor buffernya yg bagus pake apa ya? utk smentara ini aq pake 2sc710 kemudian diperkuat 2sc2053 dan menghasilkan output sekitar 500mW. Yang aq suka dari modulator fm imut2 ini adalah kestabilan PLL dan stereo encoder-nya yg amat solid. (Reza-Mojoagung)

    BalasHapus
  188. ayo ngebrik di RPU TELOMOYO freq output 80.00mhz input di 73.15mhz. salam briker jogja

    BalasHapus
  189. @ reza:
    untuk penguat modulator FM, pernah saya coba dan cukup bagus dan handal, saya pakai C1971 running 5 Watt. silahkan mampir ke rumah pergi ke jombang.
    salam

    BalasHapus
  190. handal itu kan relative.. tergantung ikut standard sapa itu??

    BalasHapus
  191. Jason.
    handal itu kan relative.. tergantung ikut standard sapa itu??
    yg pasti bukan ikut standar loe !
    Coba liat di datasheetnya :
    www.datasheetcatalog.com/

    BalasHapus
  192. Siapa lagi yang akan muji kalau bukan yang bikin sendiri, pastinya memang bukan ikut standard gue, butuh banyak belajar jika ingin ikut standard gue. rf tidak cukup hanya dengan membaca dan berexperiment saja, butuh modal dan motivasi kuat serta fokus.

    BalasHapus
  193. alamatnya jombang mana pak win? awie(YB3FTX) kok ga katanya tdk kenal anda...???

    BalasHapus
  194. ayo ngebrik di RPU TELOMOYO freq output 80.00mhz input di 73.15mhz. salam briker jogja

    --------------------------------------------

    inputny hancurrrr, dipersempit dong bandwidth inputnya itu.. biar ga kena inference sinyal lain (keseplet)... masa ga ada yang make aja bunyi (on) terus....

    Kemudian modulasinya dibikin limiter biar ga over..

    BalasHapus
  195. @agus, tuh RPU bisa nyampek jombang gak? brapa watt outputnya? kalo bisa aku nanti tak coba gabung. sementara ini aku baru gabung di 82.2 RPU gunung Lawu

    BalasHapus
  196. coba tanya dudung yang lebih tau output berapa?? trois opo tongkik ikie cak?

    BalasHapus
  197. pak Win... pemancar fm saya menggunakan transistor C1970,C1971,C1946.Yang cocok menggunakan antena jenis apa...?

    BalasHapus
  198. Salam kenal semua

    Saya masih baru di hobby mengenai antenna dan pernak-perniknya...

    Mohon penjelasan teman2 mengenai instalasi antenna Diamond F23? Gimana cara settingnya misal digunakan bekerja di frequensi 145.500 MHz, yg harus di potong bagian mananya, batang tembaga-nya atau lilitannya?
    Klu di baca di spec-nya tertulis : 144 MHz - 146 MHz, artinya apa klu tdk dipotong batang tembaganya,bsa bekerja di frequensi 144 MHz-146 MHz secara sempurna?
    Baca di cuting chart-nya tertulis pd posisi 145 MHz nilai swr-nya 1:1
    Antenna F23 ini terdiri dri 3 batang, yg bagian paling atas kawat tembaganya bisa dilepas dri tubing fiberglassnya, bagian tengah jga bsa di lepas, nah yg bagian paling bawah,gak bisa dilepas.
    Katanya kalau mau setting ke tiga2 nya harus di potong di dikit2?
    Misal gk usah dipotong, lgs dipasang,apakah bsa di jamin aman bekerja di 144 - 146 MHz?

    maap yaa..banyak tanya,maklum masih baru gituuu....., ditunggu sharing teman2 di sini, mah kasiih

    BalasHapus